Kilau Harga Emas Dunia Dicuri Minyak dan Dolar AS di Tengah Perang AS-Iran

metrotvnews.com
13 jam lalu
Cover Berita

Chicago: Harga emas dunia turun pada perdagangan Senin pagi di Asia karena perang yang meningkat pesat antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran memicu aliran dana yang besar ke minyak dan dolar. 

Namun harga emas batangan tetap di atas USD5.000 per ons, dan tetap relatif diminati karena meningkatnya permintaan aset aman setelah perang masih mendorong aliran dana ke emas. 

Mengutip Investing.com, Senin, 9 Maret 2026, harga emas spot sebagai harga pasar emas dunia saat ini, turun dua persen menjadi USD5.064,71 per ons. Sementara harga emas berjangka sebagai patokan harga emas dunia untuk kontrak beli atau jual emas di masa depan, turun 1,6 persen menjadi USD5.073,21 per ons.

Meskipun logam mulia kuning ini diuntungkan oleh meningkatnya permintaan sebagai aset aman seiring dimulainya perang AS-Israel dengan Iran, kenaikannya telah diredam oleh kekhawatiran efek inflasi dari perang tersebut dapat memicu sikap yang lebih agresif dari bank sentral global utama.

Hal ini menyebabkan dolar mengungguli emas selama seminggu terakhir, sementara harga minyak mengungguli pasar komoditas karena perang Iran mengindikasikan peningkatan gangguan pasokan di pasar minyak mentah. 

Baik dolar maupun harga minyak melonjak pada Senin setelah serangan AS dan Israel terhadap fasilitas minyak Iran menandai potensi eskalasi perang. Indeks dolar melonjak 0,6 persen, sementara harga minyak Brent naik hingga 20 persen dan menembus angka USD100 per barel. 
  Baca juga: Prediksi Harga Emas Minggu Ini: Antam Diramal Tembus Rp3,15 Juta

(Ilustrasi pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
  Harga emas turun sekitar 2% pekan lalu
Pada akhir pekan lalu, Iran terlihat menyerang kapal-kapal di Selat Hormuz, yang pada dasarnya memblokir jalur pelayaran yang menyumbang sekitar 20 persen dari pasokan minyak dunia. 

Harga emas turun sekitar dua persen pekan lalu, karena logam mulia ini terus berfluktuasi antara USD5.000 per ons dan rekor tertinggi mendekati USD5.600 per ons yang dicapai pada akhir Januari. Sejak itu, logam ini mengalami fluktuasi liar di tengah meningkatnya aktivitas spekulatif dan meningkatnya ketidakpastian mengenai arah suku bunga. 

Data nonfarm payrolls AS yang jauh lebih lemah dari perkiraan pada Jumat memang memicu harapan akan penurunan suku bunga, meskipun fokus sekarang tertuju pada dampak inflasi dari harga minyak yang tinggi. 

Harga logam mulia lainnya juga secara umum turun pada Senin. Harga perak spot turun 2,5 persen menjadi USD82,12270 per ons, sementara harga platinum spot merosot 4,2 persen menjadi USD2.050,29 per ons.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Milan vs Inter : Chivu Akui Timmnya Kesulitan Bongkar Pertahanan Rossoneri
• 8 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Perkuat Kinerja Internal, Dinas Pertanahan Makassar Gelar Rapat Pimpinan Terbatas
• 5 jam laluterkini.id
thumb
Menko Pangan Pastikan Kesiapan KDMP Rek Kerrek Pamekasan
• 4 jam lalutvrinews.com
thumb
Panic Buying Tak Cuma di Aceh: Warga Australia, UK dan Korea Selatan Rebutan BBM
• 19 jam lalukatadata.co.id
thumb
Astronaut Wanita Pertama China Liu Yang Sampaikan Pesan Inspiratif untuk Perempuan Dunia pada Hari Perempuan Internasional
• 10 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.