Indeks saham Korea Selatan (Korsel) anjlok 8 persen pada Senin (9/3/2026), memicu penghentian perdagangan (trading halt) otomatis (circuit breaker).
IDXChannel – Indeks saham Korea Selatan (Korsel) anjlok 8 persen pada Senin (9/3/2026), memicu penghentian perdagangan (trading halt) otomatis (circuit breaker) untuk kedua kalinya bulan ini di tengah meningkatnya konflik di Timur Tengah.
Sementara itu, mengutip Reuters, nilai tukar won melemah lebih dari 1 persen dan diperdagangkan mendekati batas psikologis 1.500 per dolar.
Indeks acuan KOSPI turun 452,80 poin atau 8,11 persen menjadi 5.132,07 pada 08.48 WIB.
Sepanjang pekan lalu, KOSPI telah merosot 10,6 persen, penurunan terbesar sejak Maret 2020, di tengah volatilitas pasar yang meningkat akibat lonjakan harga minyak dan sentimen risk-off.
Penghentian perdagangan otomatis kembali diaktifkan untuk kedua kalinya bulan ini, setelah sebelumnya juga dipicu pada Rabu lalu.
Saat itu, circuit breaker terjadi untuk pertama kalinya sejak Agustus 2024.
Nilai tukar won tercatat di level 1.497,5 per dolar AS pada platform penyelesaian domestik, melemah 1,06 persen dibanding penutupan sebelumnya di 1.481,6.
Pekan lalu, mata uang tersebut sempat menyentuh ambang psikologis 1.500 per dolar untuk pertama kalinya sejak Maret 2009.
Bank of Korea (BOK) menyatakan terjadi volatilitas berlebihan di pasar obligasi dan valuta asing. Bank sentral itu juga menegaskan siap mengambil langkah stabilisasi pasar bila diperlukan.
Di tengah konflik dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel, Iran menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai penerus ayahnya, Ali Khamenei, sebagai pemimpin tertinggi.
Penunjukan itu memberi sinyal bahwa kelompok garis keras tetap memegang kendali kuat di Teheran pada pekan pertama konflik.
Dari sisi saham unggulan, produsen chip Samsung Electronics merosot 10,04 persen, sementara pesaingnya SK Hynix turun 11,58 persen. Produsen baterai LG Energy Solution juga melemah 6,62 persen.
Dari total 927 saham yang diperdagangkan, hanya 56 saham yang naik, sedangkan 869 saham lainnya turun.
Investor asing tercatat melakukan penjualan bersih saham senilai 1,8 triliun won Korea (USD1,20 miliar).
Di pasar obligasi, imbal hasil obligasi pemerintah Korea Selatan tenor tiga tahun yang paling likuid naik 19,6 basis poin menjadi 3,426 persen, level tertinggi sejak Juni 2024.
Sementara itu, imbal hasil obligasi acuan tenor 10 tahun meningkat 13,3 basis poin menjadi 3,749 persen. (Aldo Fernando)





