Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat Gunung Merapi teramati mengeluarkan dua kali awan panas guguran dalam periode pengamatan Senin 9 Maret pukul 00.00-06.00 WIB.
"Teramati 2 kali awan panas guguran ke arah Kali Boyong dan Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1.700 meter," kata BPPTKG dalam keterangan resminya, Senin (9/3).
Awan panas guguran sejauh 1.700 meter terjadi pada pukul 03.06.
"Pukul 03.06 WIB, estimasi jarak luncur 1.700 m dengan amplitudo maks 44 mm durasi 121,78 detik mengarah ke barat daya (hulu Kali Boyong)," terangnya.
Selain awan panas guguran, teramati 22 kali guguran lava pada periode pengamatan tersebut.
"Teramati 22 kali guguran lava ke arah Barat Daya (Kali Krasak, Kali Bebeng dan Kali Sat/Putih) dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter," katanya.
Sampai saat ini, status Gunung Merapi tidak berubah, yaitu level III atau siaga.
Potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya yaitu Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak dan Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Lalu, pada sektor tenggara potensi bahaya meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Apabila terjadi letusan eksplosif maka lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.





