BMKG Ungkap Faktor Penyebab Hujan Ekstrem di Jakarta

republika.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan potensi hujan di Jabodetabek akan menurun pada pekan depan. Meski begitu, hujan lokal masih akan terjadi di sebagian wilayah. 

Hal itu dikatakan Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani menanggapi hujan deras yang terjadi di Jakarta dan wilayah sekitarnya dalam beberapa hari terakhir.

 

"Kondisi ini dipengaruhi oleh kombinasi beberapa faktor dinamika atmosfer yang secara bersamaan meningkatkan pembentukan awan hujan di wilayah Jawa bagian barat," kata Andri kepada Republika, Senin (9/3/2026). 

 

Andri menjelaskan faktor pertama terdapat interaksi antara angin Monsun dari Asia yang bertiup dari arah utara dengan aliran angin baratan dari Samudra Hindia di selatan Indonesia. Hal ini meningkatkan suplai uap air ke wilayah Jawa dan sekitarnya sehingga mendukung terbentuknya awan hujan. Faktor kedua, lanjut Andri ialah aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) yang saat ini melintasi wilayah Indonesia.

 

"Ini turut memperkuat proses pertumbuhan awan hujan di wilayah Pulau Jawa," ujar Andri. 

 

Selain itu, Andri menerangkan pada 6–7 Maret 2026 adanya penguatan seruak udara dingin (cold surge) da CENS (Cross-Equatorial Northerly Surge) yang signifikan, yaitu aliran angin kuat dari belahan bumi utara yang melintasi ekuator menuju wilayah Indonesia. 

 

"Sehingga semakin memperkuat suplai uap air dan pertumbuhan awan hujan di wilayah barat Indonesia," ujar Andri. 

 

Andri juga menyebut saat ini memang terdapat dua bibit siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia, yaitu Bibit Siklon Tropis 93S di Samudra Hindia selatan Jawa Tengah dan 95W di Samudra Pasifik utara Papua. Namun demikian, keduanya memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis dan tidak memberikan dampak langsung terhadap wilayah Jakarta. 

 

"Dampaknya lebih dominan pada peningkatan tinggi gelombang di beberapa wilayah perairan Indonesia," ujar Andri. 

 

Untuk prospek cuaca ke depan, Andri memperkirakan dalam sepekan ke depan potensi hujan di wilayah Jabodetabek diprakirakan mulai menurun dibandingkan beberapa hari terakhir. 

 

"Meskipun demikian, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi secara lokal, terutama di wilayah Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Tangerang Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Kepulauan Seribu, Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten dan Kota Bogor, serta Kota Depok," ujar Andri. 

 

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang.

 

"Masyarakat diharapkan dapat memperhatikan kondisi cuaca sebelum melakukan aktivitas, khususnya untuk kegiatan di luar ruangan maupun perjalanan darat, laut, dan udara," ucap Andri.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dewan Ahli Sepakati Pengganti Khamenei, Segera Diumumkan
• 21 jam lalurepublika.co.id
thumb
Banjir Ganggu Jalur Busway, Transjakarta Sesuaikan Sejumlah Rute Pagi Ini
• 5 jam laluliputan6.com
thumb
Asing Jual Saham Rp 4,01 T di Sesi I, Ini Daftar Emiten yang Dilepas
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
5 Jurusan Teknik UGM Karier Cerah Pilihan SNPMB 2026, Kampusnya Ketua BEM Tiyo Ardianto
• 1 jam laludisway.id
thumb
Sekjen Kemendikdasmen: Guru PPPK Paruh Waktu Berstatus ASN, Bukan Honorer Lagi! Ini Bocoran Gajinya
• 1 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.