Vatikan: Pemimpin Gereja Katolik Paus Leo XIV menyatakan keprihatinan mendalam atas perkembangan konflik di Iran dan kawasan Timur Tengah yang terus memanas.
Dalam doa Angelus di Lapangan Santo Petrus di Vatikan pada Minggu, 8 Maret 2026, paus pertama yang berasal dari Amerika Serikat itu mendesak agar kekerasan segera dihentikan dan ruang dialog kembali dibuka.
“Di tengah berbagai peristiwa kekerasan dan kehancuran serta suasana kebencian dan ketakutan yang meluas, muncul pula kekhawatiran bahwa konflik ini dapat menyebar dan negara-negara lain di kawasan, termasuk Lebanon yang kami kasihi, dapat kembali terjerumus ke dalam ketidakstabilan,” ujar Paus Leo XIV. Seruan Doa dan Dialog Paus juga mengajak umat Katolik di seluruh dunia untuk berdoa agar kekerasan segera berakhir.
“Mari kita panjatkan doa dengan kerendahan hati kepada Tuhan agar gemuruh bom berhenti, senjata terdiam, dan ruang dialog dibuka sehingga suara rakyat dapat didengar,” katanya.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika konflik memasuki hari kesembilan sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan itu memicu gempuran balasan Iran terhadap aset-aset AS di sejumlah negara Teluk.
Sebelumnya, diplomat tertinggi Vatikan juga memperingatkan bahwa serangan militer terhadap Iran dapat melemahkan tatanan hukum internasional.
Ia menegaskan bahwa negara-negara tidak memiliki hak untuk melancarkan apa yang disebut sebagai “perang pencegahan."
Baca juga: Arab Saudi Hancurkan Drone Iran yang Targetkan Ladang Minyak Shaybah




