Iran menembakkan rudal ke Israel tak lama setelah Mojtaba Khamenei diumumkan sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru pada Minggu (8/3).
Mojtaba menggantikan sang ayah, Ali Khamenei, yang tewas akibat serangan gabungan Israel–Amerika Serikat ke Iran pada Sabtu (28/2). Serangan itu menjadi awal perang di Timur Tengah yang masih berlanjut hingga saat ini.
Pemilihan Mojtaba dilakukan oleh dewan ulama Iran tepat sembilan hari setelah serangan tersebut. Ia menjadi Pemimpin Tertinggi Iran ketiga sejak Revolusi Islam Iran 1979.
Dalam keterangan resmi pemerintah Iran, dewan ulama menegaskan tidak ragu sedikit pun untuk memilih Mojtaba di tengah serangan Israel–AS.
Beberapa saat setelah pengumuman tersebut, kantor berita di Iran menayangkan gambar proyektil yang akan diluncurkan ke Israel. Di proyektil itu terdapat tulisan: “Siap menjalankan perintah Anda, Sayyid Mojtaba.”
Ancaman TrumpPenunjukan Mojtaba juga terjadi setelah ancaman dari Presiden AS Donald Trump. Pada pekan lalu Trump menolak pencalonan Mojtaba.
Trump bersikeras ingin ikut campur dalam penentuan siapa pemimpin baru Iran setelah tewasnya Khamenei.
“Jika dia tidak mendapat persetujuan dari kami, dia tidak akan bertahan lama,” kata Trump merespons penunjukan Mojtaba seperti dikutip dari Reuters.
Sementara itu, Israel menegaskan siap menargetkan serangan selanjutnya kepada Mojtaba.





