KOMPAS.TV - Sudah sepekan lebih konflik di Timur Tengah terus membara. Hingga kini belum ada tanda-tanda ketegangan akan mereda.
Alih-alih menempuh jalur diplomasi, Amerika Serikat, Israel, dan Iran justru semakin gencar memamerkan kekuatan tempur.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran konflik yang lebih meluas di kawasan Timur Tengah.
Di tengah konflik yang berlangsung, lima warga negara Indonesia menjadi korban kapal tugboat Musaffah Dua berbendera Uni Emirat Arab yang terbakar dan tenggelam di Selat Hormuz, antara perairan Uni Emirat Arab dan Oman.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Yvonne Mewengkang, menjelaskan kondisi dua WNI yang terluka sudah mendapat perawatan di rumah sakit Oman dan Abu Dhabi.
Sementara tiga WNI lainnya masih dalam pencarian.
Konflik antara AS–Israel dengan Iran semakin memanas. Situasi ini memicu kekhawatiran keluarga WNI yang ada di Timur Tengah.
Keluarga berharap anggota keluarga mereka di Timur Tengah bisa kembali pulang ke tanah air.
Hosniyah, warga Kapongan, Situbondo, Jawa Timur ini merasa khawatir karena sang adik, Sri Wahyu Ningsih, yang bekerja sebagai pekerja migran Indonesia di Timur Tengah.
Hingga kini pemerintah telah mengevakuasi 32 warga negara Indonesia dari Iran ke Baku, Azerbaijan.
Pemerintah mencatat ada 329 warga Indonesia yang menetap di Iran.
Dubes RI untuk Azerbaijan, Berlian Helmy, menyatakan 32 WNI dari Iran diterbangkan ke Indonesia sebagai evakuasi tahap pertama.
32 WNI yang dievakuasi diperkirakan tiba di Indonesia pada Senin sore.
Sebagai langkah perlindungan terhadap WNI yang saat ini masih berada di kawasan terdampak perang Amerika Serikat–Israel dengan Iran, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia membentuk tim respons krisis.
Tim ini akan memantau perkembangan situasi konflik secara intensif. Dengan begitu, pemerintah dapat bergerak cepat untuk melindungi WNI jika kondisi keamanan memburuk.
Lantas seperti apa kondisi WNI yang ada di wilayah terdampak perang Amerika Serikat–Israel dan Iran, dan bagaimana perang ini bisa dihentikan?
Akan kita bahas bersama narasumber. Sudah bergabung bersama kami, Josephine Karsiana, WNI yang tinggal di Dubai, Uni Emirat Arab, dan pakar hubungan internasional President University, Teuku Rezasyah.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Baca Juga: APBN Tertekan Lonjakan Harga Minyak Imbas Perang, BBM Subsidi Berpotensi Ikut Naik?
#wni #dubai #perang #timurtengah
Penulis : Shinta-Milenia
Sumber : Kompas TV
- wni
- dubai
- konflik timur tengah
- perang
- iran
- wni di uea





