Jakarta (ANTARA) - Apple dilaporkan berencana menggunakan teknologi pencetakan tiga dimensi (3D printing) berbahan aluminium untuk meningkatkan efisiensi proses produksi perangkat seperti iPhone dan Apple Watch.
Laman Engadget pada Minggu (8/3) waktu setempat, menurut laporan jurnalis Mark Gurman dari Bloomberg, teknologi tersebut berpotensi mengubah cara Apple memproduksi beberapa komponen utama, termasuk pelindung atau casing jam tangan Apple Watch serta rangka luar iPhone.
Baca juga: Apple dikabarkan siapkan MacBook Neo dengan harga terjangkau
Apple sebelumnya telah memanfaatkan teknologi pencetakan 3D dalam produksi perangkatnya. Beberapa model seperti Apple Watch Ultra 3 dan Apple Watch Series 11 diketahui menggunakan komponen titanium hasil cetak 3D yang berasal dari bahan daur ulang sepenuhnya.
Selain itu, Apple juga menerapkan teknologi serupa untuk membuat port USB-C berbahan titanium pada iPhone Air yang diklaim lebih tipis, kuat, serta ramah lingkungan.
Jika pengembangan pencetakan 3D berbahan aluminium ini berhasil diterapkan secara luas, proses produksi perangkat Apple berpotensi menjadi lebih efisien dan dapat menekan biaya. Hal tersebut pada akhirnya dapat berdampak pada harga iPhone di masa mendatang.
Sebagai contoh, Apple baru-baru ini memperkenalkan proses produksi baru pada laptop MacBook Neo yang memungkinkan penggunaan aluminium lebih hemat, sehingga perangkat tersebut dapat dijual dengan harga sekitar 599 dolar AS (Rp10,1 juta).
Selain inovasi pada proses produksi, Apple juga dilaporkan tengah menyiapkan pembaruan pilihan warna untuk lini komputer desktop iMac yang dijadwalkan diperkenalkan pada akhir tahun ini.
Baca juga: Apple ungkap spesifikasi MacBook Neo dengan harga mulai Rp10 juta
Baca juga: Apple Music bakal beri penanda transparansi bedakan musik buatan AI
Baca juga: Apple debutkan MacBook Neo dengan warna-warni ceria
Laman Engadget pada Minggu (8/3) waktu setempat, menurut laporan jurnalis Mark Gurman dari Bloomberg, teknologi tersebut berpotensi mengubah cara Apple memproduksi beberapa komponen utama, termasuk pelindung atau casing jam tangan Apple Watch serta rangka luar iPhone.
Baca juga: Apple dikabarkan siapkan MacBook Neo dengan harga terjangkau
Apple sebelumnya telah memanfaatkan teknologi pencetakan 3D dalam produksi perangkatnya. Beberapa model seperti Apple Watch Ultra 3 dan Apple Watch Series 11 diketahui menggunakan komponen titanium hasil cetak 3D yang berasal dari bahan daur ulang sepenuhnya.
Selain itu, Apple juga menerapkan teknologi serupa untuk membuat port USB-C berbahan titanium pada iPhone Air yang diklaim lebih tipis, kuat, serta ramah lingkungan.
Jika pengembangan pencetakan 3D berbahan aluminium ini berhasil diterapkan secara luas, proses produksi perangkat Apple berpotensi menjadi lebih efisien dan dapat menekan biaya. Hal tersebut pada akhirnya dapat berdampak pada harga iPhone di masa mendatang.
Sebagai contoh, Apple baru-baru ini memperkenalkan proses produksi baru pada laptop MacBook Neo yang memungkinkan penggunaan aluminium lebih hemat, sehingga perangkat tersebut dapat dijual dengan harga sekitar 599 dolar AS (Rp10,1 juta).
Selain inovasi pada proses produksi, Apple juga dilaporkan tengah menyiapkan pembaruan pilihan warna untuk lini komputer desktop iMac yang dijadwalkan diperkenalkan pada akhir tahun ini.
Baca juga: Apple ungkap spesifikasi MacBook Neo dengan harga mulai Rp10 juta
Baca juga: Apple Music bakal beri penanda transparansi bedakan musik buatan AI
Baca juga: Apple debutkan MacBook Neo dengan warna-warni ceria




/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fphoto%2Fori%2F2026%2F03%2F10%2F695d696f-76e6-4175-b022-f593b9789068.jpg)
