Kerangka Manusia Ditemukan di Tapanuli Selatan, Diduga Korban Banjir 2025

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Kerangka manusia ditemukan warga di pinggiran Sungai Batangtoru, Tapanuli Selatan, pada hari Jumat (6/3) sekitar pukul 11.30 WIB. Temuan kerangka itu membuat geger masyarakat sekitar.

Kasat Reskrim Polres Tapsel, Iptu Bontor Desmonth Sitorus, membenarkan penemuan kerangka manusia tersebut. Ia mengatakan kerangka manusia itu pertama kali ditemukan oleh warga dalam kondisi tidak utuh dan sudah membusuk.

"Betul (temuan kerangka manusia) di lokasi Garoga, Tapanuli Selatan," kata Bontor saat dihubungi wartawan, Senin (9/3).

Bontor menyebutkan, dari keterangan saksi Martin Sitompul dan Faisal, awalnya mereka hendak mencari kayu, kemudian menemukan kerangka manusia di tumpukan kayu bekas banjir. Selanjutnya, pihak kepolisian melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara).

Korban Banjir Bandang

Hasil identifikasi menyebutkan bahwa kerangka manusia tersebut bernama Tiarma Sitompul yang diduga menjadi korban bencana banjir bandang pada akhir November 2025 lalu.

"Pengakuan warga Garoga, Hamzah Siregar, bahwa menduga jenazah atau mayat adalah ibu kandungnya yang belum ditemukan akibat musibah banjir Garoga pada November 2025 lalu. Dengan ciri-ciri atau tanda susunan gigi bagian bawah dan pasca-kejadian musibah ditemukan tas Tiarma Sitompul di dekat ditemukan korban," ujar Bontor.

Menurut Bontor, korban bencana banjir bandang di Tapanuli Selatan masih banyak yang belum ditemukan. Ia menyebutkan penemuan kerangka manusia diduga akan muncul kembali karena air sudah mulai normal.

"Masih banyak yang hilang. Ini bakal sering kayak gini karena air sudah mulai normal. Setelah itu, kayu-kayu sudah mulai diangkat, sudah mulai disisir. Kemungkinan bakal banyak lagi dapat ini (kerangka manusia)," kata Bontor.

Selanjutnya, pihak kepolisian membawa kerangka manusia tersebut untuk dikebumikan setelah mendapatkan persetujuan pihak keluarga.

"Sudah teridentifikasi (identitas kerangka manusianya) dan hari ini mungkin dikebumikan sama pihak keluarganya," pungkas Bontor.

Banjir dan banjir bandang di Sumut, Sumbar, dan Aceh terjadi pada November 2026,dipicu cuaca ekstrem akibat Siklon Tropis Senyar dan kerusakan lingkungan.

Per Februari 2026, jumlah korban jiwa mencapai 1.204 dan 140 orang dinyatakan hilang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Membara! Serangan Israel Hantam Kilang Minyak Teheran, 3 Depot Dilaporkan Terbakar
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
BPS Catat Harga Telur Ayam Ras Naik di 210 Daerah, Beberapa Wilayah Tembus Jauh di Atas Harga Acuan
• 2 jam lalupantau.com
thumb
Penggemar dan Warga Turut Doakan Almarhum Vidi Aldiano di TPU Tanah Kusir
• 21 jam lalurepublika.co.id
thumb
Program Migrasi Tenaga Kerja RI Terampil Skema Low Cost ke Jepang, Fokus Caregiver dan Perawat
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
Penampilan Impresif Teja Paku Alam Tak Cukup Membuatnya Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia
• 5 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.