Gwadar: Seorang nelayan Pakistan tewas setelah serpihan dari proyektil Israel yang ditembak sistem pertahanan udara Iran menghantam perahunya di perairan Iran, kata seorang pejabat Pakistan pada Minggu, 8 Maret 2026.
Insiden tersebut terjadi pada Sabtu lalu, menurut juru bicara pemerintah Provinsi Balochistan, Shahid Rind. Korban diidentifikasi sebagai Muhammad Tayyab, warga Ganz, sebuah kota pesisir kecil di distrik Gwadar.
Dilansir dari Anadolu Agency, Senin, 9 Maret 2026, Kepala Kepolisian Distrik, Attaur Rehman, mengatakan kepada surat kabar Pakistan Dawn bahwa Tayyab “masuk ke perairan Iran untuk mengambil minyak Iran," yang terkadang diselundupkan ke Pakistan dan dijual dengan harga lebih murah.
Kematian tersebut menambah jumlah warga Pakistan yang tewas di luar negeri akibat konflik regional yang sedang berlangsung menjadi tiga orang. Dua warga Pakistan lainnya sebelumnya dilaporkan tewas di Uni Emirat Arab.
Ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada 28 Februari.
Menurut laporan otoritas Iran, lebih dari 1.200 orang tewas dalam serangan tersebut, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, lebih dari 150 siswi sekolah, serta sejumlah pejabat militer senior.
Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat, fasilitas diplomatik, serta sejumlah kota di Israel.
Konflik yang terus meningkat ini juga memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global, terutama karena menurunnya lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar 20 juta barel minyak pada setiap harinya.
Baca juga: Iran Ancam Targetkan Fasilitas Minyak Regional usai Serangan AS–Israel




