Konflik dengan Iran Makin Memanas, Menteri Perang AS Akhirnya Ungkap Awal Mula Perang

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Amerika Serikat, VIVA – Akhir pekan kemarin, Menteri Perang Amerika Serikat, Pete Hegseth kembali berkomentar terkait dengan serangan yang dilancarkan AS ke Iran sejak 28 Februari lalu. Dalam wawancaranya dengan CBS News, Hegseth mengatakan Iran pada akhirnya akan menyerah dalam konflik ini.

“Ini perang. Ini konflik. Tujuannya membuat musuh bertekuk lutut. Apakah nanti mereka menggelar upacara di Lapangan Teheran dan menyatakan menyerah, itu terserah mereka,” kata Hegseth dikutip dari laman CBS News, Senin 9 Maret 2026.

Baca Juga :
Krisis Energi Mengintai, Cadangan Gas di Inggris Anjlok Hanya Cukup 1,5 Hari
Ledakan di Kedubes AS Norwegia Diduga Terkait Eskalasi Perang Iran

Dalam wawancara itu juga, Hegseth mengungkap kronologi konflik antara AS dengan Iran versi pemerintahan Trump. Hegseth menjelaskan bahwa pada Juni tahun lalu, dalam operasi militer Operation Midnight Hammer, Amerika Serikat melancarkan serangan udara yang menargetkan kemampuan nuklir Iran.

Menurutnya, saat itu Iran seharusnya sudah bersedia berunding.

“Mereka seharusnya datang ke meja perundingan dan berkata, ‘Baik, kami paham. Kalian serius. Kami tidak akan mengembangkan senjata nuklir’. Tapi mereka tidak melakukannya,” kata Hegseth.

Ia menambahkan bahwa Presiden Trump melihat program nuklir Iran sebagai ancaman jangka panjang yang akan terus berkembang jika tidak dihentikan.

Ada berbagai versi mengenai bagaimana dan mengapa perang ini akhirnya pecah. Sejumlah pendukung Trump bahkan mengkritiknya, dengan menilai Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menarik Amerika Serikat masuk ke perang yang menurut mereka tidak sepenuhnya mengutamakan kepentingan Amerika.

Namun Hegseth menolak anggapan tersebut.

“Kami selalu memegang kendali penuh apakah akan melanjutkan operasi atau tidak. Semua dilakukan untuk melindungi kepentingan Amerika dan keselamatan warga kami,” ujarnya.

Amerika Serikat juga mengumumkan kematian pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei pada 1 Maret lalu. Meski begitu, Hegseth mengatakan akar konflik antara kedua negara sebenarnya sudah berlangsung jauh lebih lama.

“Mereka sudah membunuh warga kami selama 48 tahun. Ambisi nuklir mereka tidak pernah berhenti,” katanya.

Di sisi lain, ketua DPR AS Mike Johnson pekan lalu menyebut misi militer di Iran hampir selesai menurut berbagai perkiraan. Sementara itu menurut Hegseth operasi berjalan sesuai rencana, tetapi ia menegaskan pemerintah belum akan mengumumkan kemenangan.

Baca Juga :
Dubai Gelar Sale Emas Besar-Besaran Pasca Konflik Iran vs Amerika Serikat-Israel
Iran Masukkan Aset Ekonomi AS ke Daftar Target Serangan
Iran Langsung Hujani Israel dengan Rudal Setelah Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mirae Asset Buka Suara Soal Kabar Pembekuan Aset Rp14,5 Triliun oleh OJK
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
BMKG: Dua Bibit Siklon Picu Potensi Hujan Lebat di 6 Provinsi Senin 9 Maret 2026, Ini Daftarnya
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Kemlu Ungkap Kronologi Insiden Musaffah II di Selat Hormuz, Tiga WNI Masih Dicari
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Gempa M4,1 Guncang Fakfak Papua Barat, Getaran Terasa Hingga Skala IV MMI
• 2 jam lalutvrinews.com
thumb
Pandji Pragiwaksono Umumkan Mens Rea Akan Dijadikan Buku, Segera Rilis April 2026, Ini Isinya
• 1 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.