Pantau - Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia Dyah Roro Esti Widya Putri memantau langsung harga bahan pokok di Pasar Tradisional Summerland, Kota Batam, Kepulauan Riau, menjelang Hari Raya Idul Fitri 1477 Hijriah.
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di pasar tradisional menjelang Lebaran.
Dyah menyampaikan bahwa Kementerian Perdagangan secara aktif mengunjungi berbagai daerah untuk memantau perkembangan harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri.
"Kami hari ini meninjau Pasar Tradisional Summerland untuk memantau harga bahan pokok. Karena sudah mendekati Hari Raya Idul Fitri, Kementerian Perdagangan aktif mengunjungi berbagai daerah", ungkap Dyah.
Berdasarkan hasil pemantauan, secara umum harga sejumlah komoditas di pasar tersebut masih stabil dan bahkan berada di bawah harga acuan penjualan atau HAP.
Beberapa komoditas yang dipantau antara lain cabai rawit sekitar Rp60 ribu per kilogram.
- Harga cabai merah tercatat sekitar Rp80 ribu per kilogram.
- Harga bawang merah sekitar Rp32 ribu per kilogram.
- Harga bawang putih berada di kisaran Rp38 ribu per kilogram.
"Kami melihat beberapa komoditas seperti bawang merah dan bawang putih bahkan jauh di bawah harga acuan. Minyakita dan beras juga masih di bawah harga acuan dengan stok yang cukup", ujarnya.
- Harga daging sapi beku impor Australia tercatat sekitar Rp130 ribu per kilogram.
- Harga daging ayam beku dijual sekitar Rp42 ribu per kilogram.
- Harga ayam segar berada di kisaran Rp45 ribu per kilogram.
- Untuk komoditas minyak goreng, Minyakita dijual sekitar Rp15.700 per liter.
Harga beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan atau SPHP sekitar Rp12.500 per kilogram.
Dyah juga memberikan apresiasi terhadap pengelolaan Pasar Summerland yang dinilai telah memenuhi standar pasar nasional.
Pasar tersebut telah memperoleh sertifikat Standar Nasional Indonesia atau SNI.
Selain itu, pasar tersebut telah menerapkan digitalisasi transaksi melalui penggunaan sistem pembayaran QRIS.
Meskipun demikian, pasar tetap menyediakan opsi pembayaran secara tunai bagi masyarakat.
"Kami mengapresiasi karena pasar ini sudah mendapatkan sertifikat SNI. Digitalisasi juga sudah berjalan dengan adanya pembayaran QRIS, namun tetap menerima pembayaran tunai", katanya.
Dyah berharap Pasar Summerland dapat menjadi contoh bagi pengelolaan pasar rakyat di daerah lain.
Contoh tersebut terutama dalam menjaga kebersihan pasar, tata kelola, serta stabilitas harga komoditas.
Ia juga menyampaikan bahwa terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga di sejumlah daerah lain.
Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan harga adalah cabai rawit.
"Kenaikan harga cabai rawit terjadi di beberapa daerah seperti di sini dan juga di Tangerang Selatan. Ini menjadi catatan bagi kami untuk terus memantau pergerakan harga di berbagai daerah", ungkapnya.
Sebagai informasi, harga normal cabai rawit di Kota Batam biasanya berkisar antara Rp40 ribu hingga Rp57 ribu per kilogram.
Namun dalam pemantauan di pasar tersebut, harga cabai rawit terpantau sekitar Rp60 ribu per kilogram.




