Pemerintah Korea Selatan (Korsel) akan menetapkan batas harga bahan bakar minyak (BBM) untuk pasar domestik.
IDXChannel - Pemerintah Korea Selatan (Korsel) akan menetapkan batas harga bahan bakar minyak (BBM) untuk pasar domestik, pertama kalinya dalam hampir 30 tahun.
Dilansir dari Reuters pada Senin (9/3/2026), langkah ini bertujuan untuk menahan dampak konflik di Timur Tengah.
Perang antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel, termasuk blokade terhadap Selat Hormuz, menyebabkan harga minyak mentah global melonjak tajam.
"Pemerintah akan dengan cepat memperkenalkan dan menerapkan sistem harga maksimum pada produk minyak bumi yang baru-baru ini mengalami kenaikan harga yang berlebihan," kata Presiden Korsel Lee Jae Myung dalam pertemuan terkait isu minyak.
"Krisis saat ini merupakan beban yang signifikan bagi perekonomian kita, yang sangat bergantung pada perdagangan global dan impor energi dari Timur Tengah", kata Lee dalam pidato pembukaan.
Ia menambahkan bahwa Korea Selatan juga akan mencari sumber energi di luar pasokan yang dikirim melalui Selat Hormuz.
Lee mengatakan program stabilisasi pasar senilai 100 triliun won bisa diperluas jika diperlukan, dan menyerukan kepada pemerintah dan bank sentral untuk mempersiapkan langkah-langkah tambahan untuk menanggapi volatilitas pasar keuangan dan valuta asing.
Saham Korsel anjlok 8 persen pada Senin dan memicu penghentian perdagangan sementara (circuit breaker) untuk kedua kalinya bulan ini karena meningkatnya konflik di Timur Tengah, sementara won Korea Selatan turun lebih dari 1 persen dan diperdagangkan di dekat level psikologis penting 1.500 won per dolar AS.
Setelah komentar Lee, won memangkas kerugiannya dan diperdagangkan pada 1.493,5 won per dolar AS, naik dari level terendah sesi sebesar 1.499,2 won. (Wahyu Dwi Anggoro)





