JAKARTA, KOMPAS.TV- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo mengatakan, insiden longsor sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, adalah akibat curah hujan ekstrem.
Hal tersebut disampaikan Pramono Anung di Balai Kota Jakarta sebagaimana dikutip dari Antaranews, Senin (9/3/2026).
“Kemarin itu (curah hujannya) 264 milimeter per hari. Itu termasuk salah satu curah hujan yang tinggi di Jakarta,” kata Pramono.
Pramono mengatakan, lokasi longsor berada di zona 4A TPST Bantargebang sekitar pukul 14.30 WIB.
Saat itu, kata Pramono, curah hujan tinggi dan air masuk ke dalam gunungan sampah di Bantargebang sehingga kondisi sampah yang licin menyebabkan longsor.
Baca Juga: Bukan 20 Tahun Lagi, Pemerintah Perpanjang Tenor Cicilan Rumah Subsidi sampai 30 Tahun
Akibat dari longsor tersebut, Pramono menuturkan jalan operasional dan Sungai Ciketing sepanjang 40 meter tertutup sampah.
Pramono sudah meninjau langsung kondisi di Bantargebang pada pagi tadi dan ia menginstruksikan agar situasi di tempat tersebut segera dinormalkan kembali.
“Terutama Sungai Ciketing-nya, agar segera bisa normal kembali. Tempat itu begitu tertutup maka jalannya juga tertutup, di lapangan kelihatan sekali. Dan untuk itu segera akan dinormalkan kembali,” ujar Pramono.
Baca Juga: Pemprov DKI Tutup Zona 4 TPST Bantargebang usai Longsor dan Menelan 4 Korban Jiwa
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- pramono anung
- gubernur jakarta pramono anung
- longsor bantargebang
- longsor
- tpst bantargebang longsor





