Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membuka peluang percepatan implementasi bahan bakar berbasis bioenergi, melalui peningkatan campuran biodiesel menjadi B50, serta pengembangan bensin berbasis bioetanol E20.
Hal ini dilakukan menyusul lonjakan harga minyak mentah dunia yang telah menembus level US$100 per barel.
Bahlil mengatakan, langkah tersebut tengah dikaji pemerintah sebagai strategi menjaga ketahanan energi nasional, sekaligus menekan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil yang harganya semakin mahal di pasar global.
“Kalau harga minyak fosil bisa melampaui 100 dolar per barel, maka akan lebih murah jika kita melakukan blending,” ujar Bahlil di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (9/3/2026).
Menurutnya, pemerintah tengah melakukan evaluasi menyeluruh (exercise) terhadap berbagai kebijakan energi, guna merespons kenaikan harga minyak mentah dunia yang dipicu oleh dinamika geopolitik global.
Dalam skema yang tengah dikaji, pemerintah mempertimbangkan peningkatan campuran biodiesel dari program B40 yang saat ini berjalan, menjadi B50 untuk sektor diesel.
Pada saat yang sama, pemerintah juga mendorong penerapan bahan bakar berbasis bioetanol melalui program E20 untuk bensin.
“Untuk diesel, dari B40 sekarang menjadi B50."
"Atau kita bikin mandatori untuk bensin melalui E20 dan itu lebih bersih,” ugkapnya.
Bahlil menjelaskan, pengembangan bahan bakar campuran tersebut tidak hanya bertujuan menjaga stabilitas biaya energi nasional, tetapi juga menjadi bagian dari langkah efisiensi, sekaligus upaya memperkuat pemanfaatan sumber energi domestik.
“Efisiensi itu adalah penyelamatan terhadap keuangan negara, dan juga optimalisasi terhadap seluruh energi yang kita punya,” tuturnya.
Kenaikan harga minyak dunia saat ini dipicu oleh eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah, terutama konflik Iran–Israel yang turut melibatkan Amerika Serikat dan memicu volatilitas pasar energi global.
Meski demikian, Bahlil memastikan kondisi pasokan energi nasional tetap aman, termasuk untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadan dan Idulfitri.
Baca Juga: JK Peringatkan Subsidi Membengkak dan Stok BBM Terbatas Jika Perang Timur Tengah Berlarut
“Problem kita sekarang bukan di stok, stok tidak ada masalah. Untuk puasa dan hari raya Idulfitri semuanya terjamin,” ucapnya.
Pemerintah, lanjutnya, akan terus mencari berbagai alternatif kebijakan, guna menjaga stabilitas pasokan energi nasional di tengah dinamika pasar energi global. (*)





