Minyak Dunia Melonjak, Purbaya Buka Opsi Beban Dibagi ke Masyarakat

wartaekonomi.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, membuka opsi pembagian beban kepada masyarakat melalui kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jika harga minyak dunia melonjak imbas konflik Iran dan Amerika Serikat (AS). Hal tersebut bisa menjadi pilihan pemerintah jika anggaran tidak lagi mempu menanggung subsidi.

"Kalau memang anggarannya enggak kuat sekali, enggak ada jalan lain, ya kita share [beban] dengan masyarakat sebagian. Artinya, kalau memang harganya [minyak] tinggi sekali dan anggarannya sudah enggak tahan lagi," ucapnya, dikutip Senin (9/3).

Pemerintah telah menyiapkan berbagai simulasi untuk mengantisipasi dampak kenaikan harga minyak terhadap APBN. Sejumlah skenario telah dikaji pemerintah untuk melihat pengaruhnya terhadap defisit anggaran. 

“Kita sudah exercise untuk masing-masing harga minyak sampai berapa-berapa gimana kondisinya APBN kita. Mereka masih rahasia,” kata Purbaya.

Salah satu skenario yang diuji adalah jika harga minyak mencapai 92 dolar Amerika Serikat (AS) per barel. 

“Yang jelas kita sudah exercise sampai kalau harga minyak naik sampai 92 [dolar AS] per barel apa dampaknya ke defisit. Kalau enggak diapa-apain, defisit kita naik ke 3,6 persen dari PDB,” ujarnya.

Namun pemerintah tentunya telah mengambil sjumlah langkah antisipasi, sehingga dapat menekan defisit di bawah batas yang ditetapkan.

“Itu kalau kita enggak ngapain-ngapain, tapi kan biasanya kita bisa melakukan langkah-langkah penyesuaian sehingga kita bisa menjaga tetap di bawah 3 persen,” sambung dia.

Baca Juga: Geopark Indonesia Menuju Global, Pemerintah Daerah Diminta Perkuat Persiapan

Dirinya menambahkan bahwa Indonesia pernah mengalami situasi yang lebih parah, sehingga kenaikan hingga 92 dolar AS per barel bukan merupakan situasi yang tidak bisa dihadapi.

“Kalau harga 92 per barel, apakah itu kiamat buat kita? Enggak. Kita dulu pernah melewati keadaan di mana harga minyak sampai 150 dolar per barel. Agak melambat, tapi enggak jatuh. Jadi kita punya pengalaman mengatasi hal itu,” tuturnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tutup KURMA 2026, Tito Tekankan Pentingnya Penguatan UMKM dan Potensi Pasar Halal 
• 5 jam lalueranasional.com
thumb
Mahasiswa Lintas Kampus Belajar Terkait Industri Kreatif di ECC Batch 1
• 6 jam laluharianfajar
thumb
Komandan KKB Philip Kobak Ditangkap, Terlibat Bacok Warga hingga Bakar Sekolah
• 8 jam laluokezone.com
thumb
Pengacara Gus Yaqut: KPK Campuradukkan Dua Rezim Hukum dalam Penetapan Tersangka
• 58 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Lebih Dari 80 Karyawan GokoMart Kalimantan Hadiri GokoMart Town Hall 2026
• 14 jam lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.