FAJAR, JAKARTA – Dokter Deva Putriane tengah menjadi sorotan tajam di jagat media sosial. Konsultan tumbuh kembang anak ini ramai dikecam warganet.
Dia dituding melakukan praktik body shaming, anak shaming, hingga melontarkan kalimat menghina orang miskin. Sikap konfrontatifnya saat merespons kritik justru membuat netizen semakin geram.
Media sosial, khususnya Threads, sedang dihebohkan dengan kontroversi yang melibatkan Dokter Deva Putriane. Sebagai tenaga medis yang berfokus pada tumbuh kembang anak, Dokter Deva kini berada di pusat badai kritikan. Dia dianggap menunjukkan perilaku tidak profesional dalam berinteraksi dengan orang tua.
Awal Mula Kegaduhan di Threads
Polemik bermula dari utas yang dibuat oleh akun @mommyzeera pada Rabu (4/3/2026). Akun tersebut merasa sangat terganggu dengan pernyataan-pernyataan sang dokter yang dianggap sangat tidak etis untuk ukuran seorang ahli tumbuh kembang.
Ada beberapa hal yang disoroti oleh netizen. Misalnya. penggunaan istilah yang merendahkan terkait kemampuan anak, seperti “anak tidak berbakat”.
Kemudian sindiran terkait fenomena anak yang sulit makan (GTM) dan kondisi fisik anak (“jogrok”).
Bahkan ada ucapan yang diduga menghina status ekonomi dengan kata-kata kasar.
Tantangan Balik Sang Dokter
Bukannya mereda, situasi justru memanas setelah beredar tangkapan layar percakapan yang diduga berasal dari Dokter Deva.
Dalam pesan tersebut, sang dokter terlihat menanggapi ancaman viral dengan nada menantang:
“Btw bu tolong sampein ya sama yang nulis, gak akan ngaruh apapun mau diviralin kayak gimana, gak ngurangin rezeki saya. Orang yang julid itu biasanya kalau gak jelek, gak bahagia, atau anaknya bermasalah wkwkwk,” tulisnya.
Sikap konfrontatif ini dianggap arogan oleh netizen, terutama mengingat dokter Deva memiliki tanggung jawab moral sebagai tenaga medis yang berinteraksi langsung dengan ibu dan anak.
Profil Dokter Deva Putriane
Selama ini, Dokter Deva Putriane dikenal cukup aktif sebagai praktisi di media sosial. Beberapa jejak kariernya meliputi:
Penulis Buku: Ia dikenal sebagai penulis buku panduan MPASI berjudul “MPASI Itu Mudah”.
Konsultan: Membuka layanan konsultasi daring seputar menyusui dan tumbuh kembang anak.
Influencer Kesehatan: Memiliki pengikut yang cukup besar di Instagram (@devaputriane).
Pasca-viralnya kasus ini, Dokter Deva mengambil langkah drastis dengan menutup kolom komentar di akun media sosialnya. Hingga saat ini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Dokter Deva terkait tudingan serius yang dilayangkan oleh para warganet.
Publik pun masih menanti penjelasan transparan dari sang dokter atas perilaku yang dianggap mencederai etika profesi tersebut. (*)





