Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat laba industri modal ventura sebesar Rp52,60 miliar pada Januari 2026. Namun, capaian tersebut terkontraksi 48,43% secara year on year (yoy) di tengah dinamika ekonomi yang memengaruhi keputusan investasi.
“Pada Januari 2026, laba industri modal ventura tercatat sebesar Rp52,60 miliar. Industri ini menghadapi tantangan antara lain dinamika perekonomian yang mendorong penerapan analisis risiko dan selektivitas investasi yang lebih ketat,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, dalam lembar jawaban tertulis, Senin (9/3/2026).
Menurut Agusman, di tengah dinamika ekonomi tersebut pelaku industri didorong memperkuat manajemen risiko dalam setiap proses investasi. Penilaian yang komprehensif terhadap kelayakan usaha, potensi pertumbuhan bisnis, serta risiko yang melekat pada setiap pembiayaan menjadi semakin penting.
Meski menghadapi tekanan, industri modal ventura dinilai masih memiliki prospek pertumbuhan pada tahun ini. Kebutuhan pendanaan bagi pelaku usaha yang tetap tinggi diperkirakan akan mendorong perkembangan sektor ini sepanjang 2026.
Agusman menambahkan, pertumbuhan tersebut perlu diimbangi dengan penguatan tata kelola dan pengelolaan risiko di tingkat perusahaan.
Baca Juga: OJK Prediksi Bisnis Gadai Terus Tumbuh, 165 Perusahaan Ajukan Izin
Baca Juga: OJK Luncurkan Roadmap Bulion 2026-2031, Ada Tokenisasi Emas
Baca Juga: OJK Buka Suara Usai Fitch Pangkas Outlook Kredit RI Jadi Negatif
“Aset dan pembiayaan industri modal ventura diperkirakan terus tumbuh pada 2026. Untuk mendukung kinerja, industri modal ventura diharapkan memperluas skala usaha dengan tetap menjaga kualitas penyaluran serta memperkuat tata kelola dan manajemen risiko,” kata dia.
Selain menjaga kualitas penyaluran pembiayaan, perusahaan modal ventura juga didorong meningkatkan kapasitas usaha agar dapat memperluas jangkauan investasi kepada lebih banyak perusahaan pasangan usaha. Langkah ini diharapkan memperkuat peran modal ventura sebagai sumber pembiayaan alternatif bagi pelaku usaha.





