Iran mengungkap jumlah korban akibat serangan kapal selam atau submarine dari Amerika Serikat di Samudra Hindia. IRIS Dena diketahui baru-baru ini hancur akibat serangan dekat lepas pantai dari Sri Langka.
Iran melaporkan sedikitnya 104 orang tewas dan 32 lainnya luka-luka setelah kapal perang negara tersebut diserang oleh Amerika Serikat. Serangan tersebut terjadi sekitar 19 mil laut dari Kota Galle, Sri Lanka.
Baca Juga: Profil Mojtaba Khamenei, Sosok Terbaru Pemimpin Tertinggi Iran
IRIS Dena dilaporkan diserang saat kapal perang tersebut saat berada dalam jalur pelayaran internasional di Samudra Hindia.
Insiden tersebut menewaskan puluhan pelaut dari Iran. Ia menjadi salah satu serangan laut paling signifikan dalam konflik antara Iran dan Amerika Serikat.
Perang Iran-Amerika Serikat dan Israel semakin panas. Baru-baru ini, serangan udara dilaporkan telah menghancurkan fasilitas penyimpanan bahan bakar di Tehran.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei menilai serangan terhadap depot bahan bakar sebagai fase baru yang berbahaya dalam konfliknya dengan Israel dan Amerika Serikat.
Namun Tel Aviv menyatakan fasilitas tersebut merupakan target militer sah karena digunakan untuk mendukung operasi perang, termasuk produksi bahan bakar roket bagi rudal balistik dari Iran.
Baca Juga: Angkat Mojtaba Khamenei, Iran Dinilai Sedang Menantang Trump
Israel juga terus menargetkan tokoh militer dari Teheran. Baru-baru ini, negara tersebut dilaporkan baru saja berhasil melakukan serangan yang menewaskan sosok dari Kepala Kantor Militer Pemimpin Tertinggi Iran, Abolqasem Babaian.





