Setelah selama seminggu berturut-turut menerima serangan dari jet tempur dan rudal milik Amerika Serikat dan Israel, presiden Iran secara tidak biasa menyampaikan permintaan maaf kepada negara-negara tetangga dan menyatakan bahwa Iran akan menghentikan serangan terhadap negara tetangga. Namun tak lama setelah pernyataan itu, Bandara Internasional Dubai kembali diserang oleh drone.
EtIndonesia. Setelah serangan udara AS dan Israel terhadap Iran, pemerintah Iran mulai melakukan serangan tanpa pandang bulu terhadap fasilitas minyak, bandara, dan rumah warga di lebih dari sepuluh negara di sekitarnya, dengan tujuan menekan AS dan Israel agar menghentikan perang. Namun tindakan tersebut justru memicu kemarahan banyak negara di Timur Tengah.
Pada 7 Maret 2026, Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam pidato yang disiarkan televisi nasional menyatakan bahwa ia mewakili dirinya sendiri dan Iran untuk meminta maaf kepada negara-negara tetangga yang terkena serangan Iran. Ia juga mengatakan komite kepemimpinan Iran telah sepakat untuk tidak lagi menyerang negara tetangga, kecuali jika Iran diserang terlebih dahulu dari wilayah negara-negara tersebut.
Namun Pezeshkian menolak untuk menyerah kepada Amerika Serikat, dan menyatakan dengan keras : “Jika ada yang ingin rakyat Iran menyerah tanpa syarat, maka keinginan itu hanya bisa dibawa ke dalam kubur.”
Setelah pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei terbunuh, tiga tokoh senior Iran—termasuk Pezeshkian—membentuk komite kepemimpinan sementara. Namun pihak luar meragukan apakah lembaga ini benar-benar mampu mengendalikan kekuasaan tertinggi di Iran.
Menurut laporan The Times of Israel, tidak lama setelah pidato tersebut, sebuah drone Iran menyerang Bandara Internasional Dubai, pusat ekonomi United Arab Emirates, yang menyebabkan bandara tersebut sempat ditutup sementara.
Another Iranian attack drone hit Dubai International Airport, barely missing Concourse A. pic.twitter.com/axvNdrXUFn
— OSINTtechnical (@Osinttechnical) March 7, 2026Media itu mengutip rekaman video yang dibagikan oleh akun intelijen sumber terbuka OSINTtechnical di platform X (Twitter). Video tersebut menunjukkan momen ketika sebuah objek kecil jatuh dari langit dan hampir menghantam Terminal A, sebelum akhirnya meledak di luar gedung dan memunculkan asap tebal.
Dalam pidatonya pada 7 Maret, Pezeshkian juga mengatakan bahwa serangan terhadap negara tetangga yang terus terjadi disebabkan oleh buruknya komunikasi di dalam pemerintahan Iran.
Setelah lebih dari 40 pejabat tinggi militer dan politik Iran, termasuk Ali Khamenei, terbunuh pada 28 Februari, kepemimpinan Iran dilaporkan mengalami kekacauan. Beberapa analis menilai Iran mungkin telah kehilangan otoritas kepemimpinan terpusat, sehingga berbagai lembaga kekuasaan bertindak sendiri-sendiri.
Dalam beberapa hari terakhir, sinyal yang saling bertentangan sering muncul dari dalam Iran. Sebelumnya, Islamic Revolutionary Guard Corps yang dahulu berada langsung di bawah komando Khamenei menyatakan akan menutup Selat Hormuz, yang dapat mengganggu pengiriman minyak Timur Tengah. Namun militer reguler Iran kemudian mengatakan di televisi nasional bahwa Iran tidak menutup selat tersebut.
Beberapa media Amerika sebelumnya juga melaporkan bahwa Iran menghubungi Amerika Serikat untuk mencoba memulai kembali negosiasi, tetapi kemudian lembaga kekuasaan lain di Iran membantahnya dan menegaskan bahwa Iran “tidak akan pernah menyerah.” (hui)





