Sidak Tanah Abang, Purbaya: Daya Beli Masih Ada, Kita Jauh dari Krisis

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kondisi UMKM di tengah isu melemahnya daya beli.

Sidak Tanah Abang, Purbaya: Daya Beli Masih Ada, Kita Jauh dari Krisis. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melakukan peninjauan langsung ke Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Senin (9/3/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kondisi UMKM di tengah isu melemahnya daya beli.

Usai berkeliling dan berinteraksi dengan para pedagang serta pengunjung, Purbaya menegaskan bahwa kondisi riil di lapangan menunjukkan hasil yang berbeda dari kekhawatiran.

Baca Juga:
THR Pegawai Swasta Dipotong Pajak, Purbaya: Protes ke Bosnya, Jangan ke Pemerintah

"Jadi kan banyak ekonom-ekonom yang bilang kita sudah resesi, daya beli sudah hancur. Saya pengen cek karena kalau data-data kita, ekonomi lagi bagus. Harusnya kan di Tanah Abang segala macam ada pembelinya. Saya mau cek itu aja betul apa nggak. Ternyata betul, daya beli masih ada, orang masih belanja, itu pasar juga masih ramai," ujar Purbaya saat ditemui di Lt. 5 Blok A Tanah Abang, Senin (9/3/2026).

Baca Juga:
Purbaya Klaim Ekonomi RI Kuat saat IHSG Turun Tajam: Time to Buy, Enggak Usah Takut

Purbaya mengatakan kerumunan pengunjung yang memadati pusat grosir tersebut menjadi bukti kuat bahwa aktivitas konsumsi domestik tetap bergeliat. Dia meyakinkan publik bahwa fondasi ekonomi nasional saat ini sangat jauh dari kategori krisis.

"Artinya daya beli masyarakat sepertinya sedang membaik dan kita tidak resesi apalagi dari krisis, kita jauh dari krisis. Jadi ekonomi kan sedang bagus. Teman-teman nggak usah takut," kata dia.

Baca Juga:
Purbaya Siap Tambah Injeksi Likuiditas Rp100 Triliun ke Perbankan dengan Skema Fleksibel

Terkait kekhawatiran lonjakan harga minyak dunia akibat tensi geopolitik di Timur Tengah yang menyentuh angka USD117 per barel, Purbaya memastikan pemerintah akan menggunakan APBN sebagai instrumen penyerap kejutan (shock absorber). Hal ini dilakukan guna melindungi masyarakat dari dampak inflasi energi yang berlebihan.

"Nanti kalau harga minyak dunia naik pun kita akan coba absorb lewat APBN dan kita akan kendalikan semaksimal mungkin," ujar Purbaya.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BAJA Gelar RUPSLB 31 Maret 2026, Ini Mata Acaranya
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
Kecelakaan Usai Gagal Nyalip Vespa, Pemotor di Bogor Tewas
• 10 jam laludetik.com
thumb
2 Spesies Marsupial Ditemukan Lagi di Papua, Dikira Punah 6.000 Tahun Lalu
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Gempa M4,4 Guncang Buru Maluku, Tidak Berpotensi Tsunami 
• 23 jam laluokezone.com
thumb
Menu MBG dan Harganya Wajib Diunggah ke Media Sosial
• 8 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.