Saat Pasokan BBM Dunia Menipis, Ini Sumber Energi yang Bisa Diandalkan

cnbcindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ilustrasi pengisian kendaraan listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) PLN yang memudahkan pemilik kendaraan mobil listrik. Infrastruktur SPKLU sudah tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan untuk mengetahui lokasi SPKLU terdekat dapat dilihat pada aplikasi PLN Mobile (Dok PLN)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perang Iran dengan Israel bersama Amerika Serikat (AS) berpotensi menekan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) Dunia. Maklum, sampai hari ini, Iran masih menutup Selat Hormuz yang menjadi tulang punggung 20% peredaran minyak Dunia.

Nah, untuk menghindari ketergantungan Dunia terhadap BBM, sejatinya ada energi alternatif lainnya yang bisa mengganti sumber BBM, yakni listrik.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira mendorong pemerintah untuk mempercepat elektrifikasi di sektor transportasi serta memperkuat transisi energi. Hal tersebut dilakukan guna merespons kekhawatiran atas gangguan pasokan minyak akibat konflik geopolitik.


Baca: Pasokan Minyak Anjlok Harga Naik, Warga Diimbau Pakai Kendaraan Umum

Menurutnya, penggunaan transportasi publik berbasis listrik perlu diperluas di berbagai daerah, seperti pengoperasian bus listrik untuk angkutan massal. Di sisi lain, penggunaan kendaraan pribadi berbahan bakar minyak perlu dikurangi secara bertahap.

"Transportasi publik pakai bus listrik di semua daerah, kendaraan pribadi BBM nya diturunkan. Yang penting transport publiknya murah dan nyaman, orang bergeser juga," ujar Bhima kepada CNBC Indonesia dikutip Senin (9/3/2026).

Sumber energi listriknya, Bhima juga menekankan pentingnya percepatan pemanfaatan energi terbarukan dalam sistem kelistrikan nasional. Mengingat, Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan berbagai sumber energi bersih.

"Khawatir kalau kita tetap fokus ke impor minyak dan bbm, ketahanan energi tetap rapuh. Jepang itu rumah tangga nya pakai panel surya dengan total kapasitas 100 GW. Jadi Jepang memang punya oil reserves 254 hari, tapi energi terbarukan juga besar," ujarnya.

Bhima menjelaskan cadangan energi Indonesia saat ini relatif terbatas, sehingga ketika terjadi gejolak dampaknya bisa langsung dirasakan pada ketersediaan BBM di dalam negeri. Namun rencana untuk meningkatkan cadangan energi dari sekitar 20 hari menjadi tiga bulan bukanlah solusi utama.

"Cadangan energi Indonesia rentan. itu kenapa krisis minyak bisa picu stok BBM langka. Tapi solusi menambah cadangan dari 20 hari jadi 3 bulan bukan solusi," kata Bhima.

Menurut dia, memperbesar kapasitas penyimpanan atau storage hanya akan memperbesar cadangan, namun tidak menyelesaikan masalah. Pasalnya, Indonesia masih akan sangat bergantung pada impor minyak.


(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: PLN Bangun 3 SPKLU Fast Charging di Kemendag

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemenhut kembali gelar Operasi Gabungan Merah Putih Lanskap Seblat
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
Pesan Persatuan Mentan Amran pada 3.000 Warga KKSS Saat Bukber di Kediamannya
• 6 jam laluterkini.id
thumb
BMKG Prediksi Hujan Turun di Surabaya dan Sebagian Jatim Senin Ini
• 13 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Jadwal Buka Puasa Kota Bogor Hari Ini 9 Maret 2026
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Lowongan Kerja DAMRI 2026 Posisi Mekanik Armada Bus, Pendidikan Minimal SMA/SMK
• 49 menit lalukompas.tv
Berhasil disimpan.