JAKARTA, KOMPAS.com - Sebuah video memperlihatkan seorang warga bernama Fadhil Machmud mengeluhkan kondisi Jalan MT Haryono arah Gatot Subroto, Jakarta Selatan, yang berlubang sehingga menyebabkan kecelakaan.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @fadhilmachmud, disebutkan bahwa jalan yang berlubang itu membuat sejumlah pengendara motor terjatuh saat hujan deras.
“Lobang besar di Jalan MT Haryono Jakarta Selatan. Kejadian kurang lebih pukul 02.00 WIB total korban ada lima orang,” kata Fadhil dalam keterangan video yang diunggahnya, dikutip Senin (9/3/2026).
Baca juga: RS Soeharto Heerdjan Tolak Ungkap Kondisi Wanita Viral yang Dibawa Suami ke RSJ, Kenapa?
Dalam video itu, Fadhil berulang kali berteriak memperingatkan pengendara mengenai keberadaan lubang di jalan. Namun, suaranya tertutup oleh deru mesin kendaraan dan suara hujan.
Ia juga sempat membantu beberapa pemotor yang terjatuh untuk dibawa ke rumah sakit.
Pantauan Kompas.com di lokasi menunjukkan lubang berada di sisi kanan jalan, tepatnya di lajur cepat arah Gatot Subroto. Ukuran lubang terlihat bervariasi.
Lubang-lubang tersebut telah diberi tanda berupa garis putih dan tanda silang, memberi peringatan kepada pengendara agar menghindarinya.
Sementara itu, di sisi kiri jalan, permukaan aspal juga terlihat tidak rata. Cat hijau yang menandakan lajur sepeda sudah memudar dan bagian pinggir jalan juga terdapat sejumlah lubang.
Menurut warga sekitar, kondisi jalan berlubang di jalan tersebut memang kerap terjadi. Amin (39), seorang pedagang kopi keliling, mengaku sering menyaksikan pengendara sepeda motor terjatuh saat melintasi jalan tersebut.
Ia mengatakan, kecelakaan akibat lubang jalan biasanya lebih sering terjadi pada malam hari karena penerangan di lokasi minim.
Baca juga: Kronologi Ponsel Pengunjung Dicuri Saat Dicharger di Masjid Istiqlal
“Kalau saya ini enggak sampai malam ya. Cuman emang ada yang sering jatuh. Biasanya malam. Soalnya kan enggak kelihatan, gelap di sini kalau malam,” tutur Amin saat ditemui di lokasi, Senin (9/3/2026).
Meski sudah diberi tanda, kecepatan kendaraan di lajur cepat kerap membuat lubang tersebut luput dari perhatian pengendara.
Hal senada juga disampaikan pengemudi ojek online, Dedi (40). Ia mengatakan lubang sering tidak terlihat ketika sepeda motor berada di belakang mobil.
Akibatnya, pengendara harus bermanuver secara tiba-tiba untuk menghindari lubang, yang tak jarang menyebabkan kecelakaan.
“Kena lubang sering. Posisi kan kita lagi di motor, di belakang mobil itu udah enggak sempat ngerem. Jedak, waduh kenceng banget itu kenanya,” ungkap Dedi ditemui terpisah, Senin.





