FAJAR, JAKARTA – Insiden memalukan terjadi di Stadion Gelora Kie Raha pasca-laga Malut United kontra PSM Makassar, Sabtu (7/3/2026). Aksi penyerangan terhadap wasit FIFA, Thoriq Alkatiri, oleh oknum suporter kini berbuntut panjang.
Malut United kini menanti vonis Komdis PSSI. Termasuk ancaman sanksi laga kandang tanpa penonton.
Pertandingan pekan ke-25 BRI Liga Super 2025-2026 yang berakhir imbang 3-3 menyisakan catatan kelam. Kekecewaan suporter Malut United atas kegagalan tim menjaga keunggulan 3-1 memuncak menjadi aksi kekerasan terhadap wasit Thoriq Alkatiri saat hendak meninggalkan lapangan.
Video aksi pengejaran dan upaya penyerangan terhadap perangkat pertandingan oleh segelintir oknum suporter tersebut viral di media sosial, memaksa Thoriq dan timnya tertahan di stadion hingga larut malam.
Klarifikasi Manajemen: Ofisial Tidak Terlibat
Menanggapi isu yang beredar, Asisten Manajer Malut United, Weshley Hutagalung, menegaskan bahwa tidak ada ofisial klub yang terlibat dalam insiden tersebut. Pihak manajemen memilih untuk bersikap kooperatif dan menyerahkan sepenuhnya penyelidikan kepada Komite Disiplin (Komdis) PSSI.
“Kami menunggu sidang Komdis PSSI karena pasti ada hukuman akibat kelalaian panpel di akhir pertandingan. Pihak panpel nantinya akan memberikan sanksi tegas kepada oknum suporter yang terlibat,” ujar Weshley di Jakarta, Senin (9/3/2026), seperti dilansir kompas.id.
Ancaman Sanksi Berat Komdis PSSI
Berdasarkan Pasal 69 Kode Disiplin PSSI 2025, Malut United menghadapi risiko hukuman serius:
Denda Finansial: Minimal Rp40 juta akibat kegagalan panpel menjaga ketertiban.
Sanksi Stadion: Larangan kehadiran suporter (laga kandang tanpa penonton) atau penutupan sebagian tribune.
Hukuman Tambahan: Ancaman denda tambahan minimal Rp30 juta karena perilaku buruk penonton.
Jika sanksi ini dijatuhkan, besar kemungkinan warga Ternate tidak dapat menyaksikan empat laga kandang sisa musim ini, yakni kontra Dewa United, Persebaya Surabaya, Persis Solo, dan Persita Tangerang.
Langkah Identifikasi Pelaku
Meski stadion sempat ricuh, pihak klub memiliki modal kuat untuk melacak pelaku. Malut United menerapkan sistem verifikasi identitas melalui aplikasi Malut UTD Access bagi setiap pemegang tiket.
Dengan data pribadi yang tersimpan, identifikasi oknum suporter yang melakukan penyerangan diyakini dapat dilakukan dengan mudah oleh pihak panpel dan aparat keamanan.
Sementara itu, wasit Thoriq Alkatiri memilih bungkam saat dikonfirmasi. Ia menyatakan bahwa seluruh fakta dan detail kejadian telah dituangkan dalam laporan resmi yang diserahkan kepada Komdis PSSI. (*)





