Warga Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengeluhkan adanya ruas jalan yang masih berlubang dan rusak menjelang mudik Lebaran 2026. Jalan rusak itu berada di Desa Panjang, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, atau dikenal sebagai Jalan Lingkar Kudus Utara.
Ruas jalan tersebut merupakan jalur penghubung bagi pemudik dari Kabupaten Kudus menuju Kabupaten Jepara maupun Kabupaten Pati.
Pantauan di Jalan Lingkar Kudus Utara, Desa Panjang, pada Senin (9/3), aktivitas kendaraan terpantau ramai lancar. Pengendara sepeda motor, mobil, dan truk harus mengurangi kecepatan setiap kali melewati sejumlah lubang yang berada tak jauh dari SD 2 Panjang.
Sejumlah lubang dengan kedalaman dan ukuran berbeda-beda tampak di ruas jalan tersebut. Selain lubang, di titik itu juga mulai berserakan kerikil dan pasir.
Di area bahu jalan juga tampak genangan air. Kendaraan truk yang melintas sesekali tampak bergoyang saat melintasi jalan tersebut.
Saat kumparan mencoba melintasi jalur tersebut, lubang pada area jalan cukup mengguncang laju sepeda motor. Sesekali pengendara sepeda motor yang lain ada memilih melintas di bahu jalan agar terhindar dari lubang.
Warga Kabupaten Kudus, Tikno, menyampaikan jalan yang rusak tersebut sudah sering ditambal. Akan tetapi, jalan kembali berlubang dalam waktu kurang dari sepekan.
Ia mengingat sudah tiga kali dilakukan penambalan di titik tersebut. Namun, ruas jalan itu kembali berlubang.
"Seingat saya sudah ditambal tiga kali. Tetapi kembali berlubang karena kendaraan yang melintas berupa truk-truk besar," katanya, Senin (9/3).
Sepengetahuan Tikno, belum pernah ada yang terjatuh akibat lubang tersebut. Namun, lubang itu cukup membahayakan pengguna sepeda motor.
"Ketika hujan lubangnya terisi air. Itu yang kadang bahaya karena lubangnya tidak terlihat seberapa dalam," sambungnya.
Jalur Penghubung PentingMenurut Tikno, Jalan Lingkar Kudus Utara tergolong penting karena menjadi jalur penghubung bagi pemudik Lebaran dari Kabupaten Jepara–Kudus–Pati maupun arah sebaliknya.
"Iya di sini jalan penghubung. Kalau dari Kudus ke arah barat menuju Jepara. Kalau dari Kudus ke timur menuju ke arah Pati," terangnya.
Keluhan serupa juga diungkapkan warga Kabupaten Kudus lainnya, Zahra. Ia lebih memilih memutar agak jauh ketimbang melintasi Jalan Lingkar Kudus Utara di kawasan depan SD 2 Panjang tersebut.
"Terlalu berisiko karena jalannya berlubang dan bergelombang. Saya lebih baik memutar cari jalan lain," ujarnya.
Sepengetahuan dirinya, tidak pernah ada yang terjatuh akibat lubang tersebut. Namun, ia berharap ada perbaikan karena akses jalan itu tergolong penting.
"Dari jalan ini kan bisa ke Jepara dan ke Pati. Keinginannya ya, diperbaiki supaya tidak membahayakan," imbuhnya.
Pernyataan PUPRSementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Harry Wibowo, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa Jalan Lingkar Kudus Utara merupakan jalan milik pemerintah provinsi. Sejak tahun 2023, ruas jalan tersebut yang sebelumnya berstatus jalan kabupaten kini telah menjadi jalan provinsi.
"Di situ jalan provinsi. Rencananya akan ditambal dulu. Sebenarnya usulan kami agar jalan tersebut bisa dibeton oleh Dinas PUPR Jawa Tengah," kata Harry.
Ia menyampaikan, rencana betonisasi jalan tersebut sudah diusulkan kepada Dinas PUPR Jawa Tengah. Namun, realisasi perbaikannya masih menunggu kabar lebih lanjut.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar pengguna jalan tetap berhati-hati. Selain itu, ia meminta masyarakat untuk bersabar. Pihaknya mengupayakan sebelum Lebaran Idul Fitri, jalan tersebut dapat ditambal.
"Tetap hati-hati dan mohon bersabar karena cuaca yang berubah-ubah membuat penambalan jalan belum berjalan maksimal," ujarnya.





