Pelabuhan Bakauheni di Lampung merupakan salah satu simpul utama arus mudik dan arus balik Lebaran. Bagaimana kesiapannya tahun ini?
Survei Kementerian Perhubungan menunjukkan, 143,91 juta orang berencana mudik Lebaran tahun ini. Namun, realisasi jumlah pemudik sering kali tidak sesuai dengan survei awal.
Pada 2025, misalnya, Kemenhub memperkirakan ada 146 juta pemudik. Namun, realisasinya mencapai 154,6 juta orang. Adapun pada 2024, diperkirakan ada 193 juta pemudik. Kenyataannya, hanya 162,2 juta pemudik.
Namun, berapa pun jumlahnya, Pelabuhan Bakauheni akan bersiap sejak awal. Apalagi, tahun ini, penumpang pada arus mudik Lebaran diprediksi meningkat 2,11 persen dibandingkan tahun lalu. Diperkirakan ada 1,3 juta-1,5 juta orang hendak melintas di Bakauheni.
Sementara itu, berdasarkan proyeksi operasional, 353.901 kendaraan dan 108.952 penumpang pejalan kaki diperkirakan akan menyeberang dari Sumatera menuju Jawa melalui Bakauheni.
Dari arah sebaliknya, Pelabuhan Bakauheni juga akan menyambut ratusan ribu kendaraan dan penumpang pejalan kaki yang menyeberang dari Jawa menuju Sumatera.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Utama Bakauheni Partogi Tamba mengatakan, selama masa angkutan Lebaran, pihaknya fokus melayani penumpang pejalan kaki, serta para pemudik yang sepeda motor, kendaraan pribadi, atau kendaraan roda empat lainnya.
Hal ini sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) lintas instansi. Selama periode 23–29 Maret 2026, Pelabuhan Bakauheni diprioritaskan melayani penumpang pejalan kaki serta kendaraan golongan I hingga VI A menuju Pelabuhan Merak. Sementara itu, kendaraan logistik besar golongan V B hingga IX akan dialihkan melalui Pelabuhan BBJ Muara Pilu menuju Bojonegara.
Penjualan tiket kendaraan logistik tersebut juga dihentikan sementara di Pelabuhan Bakauheni untuk keberangkatan mulai 23 Maret pukul 00.00 WIB hingga 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB. Selama periode tersebut juga diberlakukan kebijakan tarif satu harga (single tarif) yang berlaku sebagai tarif reguler.
Hingga Senin (9/3/2026), ASDP Bakauheni terus mematangkan persiapan sarana dan prasarana untuk menyambut gelombang pemudik, mulai dari kapal, dermaga, loket, hingga area parkir pelabuhan.
“57 kapal siap beroperasi melayani penyeberangan di lintasan utama Bakauheni-Merak. Dengan armada tersebut, selama periode layanan diproyeksikan akan berlangsung 2.949 perjalanan kapal untuk mengakomodasi tingginya mobilitas masyarakat pada masa mudik-balik,” kata Partogi.
Saat ini, ada tujuh dermaga yang beroperasi di Pelabuhan Bakauheni. Selain itu, disiapkan pula 42 unit loket serta area parkir di kawasan pelabuhan yang dapat menambut 6.919 kendaraan.
Tak hanya itu, ASDP juga menyiapkan fasilitas posko kesehatan, ruang tunggu, hingga menyiagakan personel selama 24 jam.
Sebelumya, PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan Indonesia Ferry (Persero) juga telah mengeluarkan kebijakan stimulus, berupa diskon tarif serta penerapan skema tarif tunggal.
Program diskon berlaku bagi pejalan kaki, kendaraan penumpang, dan kendaraan golongan tertentu yang mencakup 14 pelabuhan. Adapun program tarif tunggal berlaku di lintas penyeberangan Merak–Bakauheni atau sebaliknya selama arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo mengatakan, kebijakan ini bagian dari strategi nasional pengelolaan trafik dan pelayanan publik. Harapannya, dapat meringankan beban masyarakat yang hendak pulang kampung.
“Melalui stimulus dan tarif tunggal, kami ingin memastikan mudik Lebaran 2026 tertib, terjangkau, dan lancar. Ini bentuk kolaborasi pemerintah dan BUMN menghadirkan perjalanan penyeberangan yang aman sekaligus meringankan beban masyarakat,” kata Heru.
Kebijakan ini dijalankan berdasarkan surat keputusan bersama lintas kementerian dan lembaga terkait pengaturan lalu lintas dan layanan penyeberangan selama masa Angkutan Lebaran 2026.
Kebijakan itu juga sesuai dengan Surat Direktur Jenderal Perhubungan Darat mengenai penerapan tiket satu harga pada lintas Merak-Bakauheni.
Program stimulus berupa diskon berlaku selama 20 hari, pada 12-31 Maret 2026. Program ini mencakup 14 pelabuhan dan berdampak pada tujuh lintasan reguler ataupun ekspres.
Total kebutuhan anggaran stimulus untuk program tersebut mencapai Rp 35,55 miliar. Adapun estimasi penerima manfaat langsung sebanyak 403.487 penumpang dan 945.501 kendaraan, atau setara 2,4 juta orang.
Stimulus diberikan dalam bentuk diskon 100 persen tarif jasa kepelabuhanan yang secara rata-rata setara 21,9 persen dari total tarif tiket penyeberangan.
Pemberian diskon ituu berlaku pada lintas Merak-Bakauheni (reguler pp), Merak-Bakauheni (eksekutif pp), Ketapang-Gilimanuk (pp), Lembar-Padangbai (pp), Kayangan-Pototano (pp), Tanjung Uban-Telaga Punggur (pp), Ajibata-Ambarita (pp), dan Sape-Labuan Bajo (pp).
Diskon tarif transportasi ini berlaku terbatas bagi penumpang pejalan kaki dan kendaraan penumpang. Untuk layanan reguler, stimulus berlaku bagi pejalan kaki, kendaraan Gol II dan Gol IVA, sedangkan pada layanan eksekutif berlaku bagi pejalan kaki dan kendaraan Gol II.
Dengan program diskon tersebut, penumpang pejalan kaki hingga kendaraan yang dimaksud akan mendapatkan diskon tarif sekitar 21,9 persen saat membeli tiket penyeberangan.
Selain stimulus diskon, lintas penyeberangan Merak-Bakauheni juga menerapkan kebijakan tarif tunggal. Skema ini berlaku pada 13 Maret 2026, pukul 12.00 WIB, hingga 20 Maret 2026, pukul 15.00 WIB. Hal itu dilakuka selama arus mudik berlangsung.
Sementara untuk keberangkatan dari Pelabuhan Bakauheni, kebijakan tarif tunggal berlaku pada 23 Maret 2026, pukul 00.00 WIB, hingga 29 Maret 2026, pukul 24.00 WIB.
Dalam periode tersebut tidak terdapat perbedaan tarif bagi layanan reguler dan ekspres. Skema tarif tunggal dilakukan dengan menyamakan tarif layanan eksekutif dengan tarif layanan reguler pada golongan pejalan kaki dan kendaraan penumpang.
Kebijakan itu untuk mendukung kelancaran arus penyeberangan selama masa arus mudik dan arus balik Lebaran.
Sementara itu, untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2026, PT Hutama Karya (Persero) menerapkan pembatasan operasional angkutan barang di sejumlah ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).
Pembatasan berlaku di ruas tol yang dikelola Hutama Karya, yakni ruas Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung, Tol Pekanbaru–Dumai, Tol Betung–Tempino–Jambi segmen Bayung Lencir–Simpang Ness.
“Penerapan pembatasan ini merupakan bentuk dukungan Hutama Karya terhadap kebijakan pemerintah untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan selama periode mudik dan balik,” ujar Hamdani, Pelaksana Harian Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya.
Berdasarkan ketentuan tersebut, pembatasan operasional angkutan barang diberlakukan secara kontinyu mulai 13 Maret 2026 pukul 12.00 waktu setempat hingga 29 Maret 2026 pukul 24.00 waktu setempat. Pengaturan ini berlaku baik di jalan tol maupun arteri.
Adapun kendaraan yang dibatasi operasionalnya meliputi mobil barang dengan sumbu tiga atau lebih. Hak itu seperti mobil barang dengan kereta tempelan, kereta gandengan, serta mobil barang yang mengangkut hasil galian, hasil tambang, dan bahan bangunan.
Distribusi barang tetap dapat dilakukan dengan kendaraan dua sumbu, kecuali untuk komoditas hasil galiab dan bahan bangunan, seperti tanah, pasir, batu, besi, semen, dan kayu.
Pembatasan dikecualikan untuk kendaraan tertentu, termasuk angkutan yang mengangkut BBM atau BBG, hewan ternak, pupuk, bantuan penanganan bencana alam, serta barang pokok, dengan syarat kendaraan tidak melebihi dimensi dan muatan serta dibuktikan dengan dokumen kontrak atau perjanjian antara pemilik barang dan pengusaha angkutan.
Sementara untuk menyambut gelombang pemudik, Hutama Karya juga mengoptimalkan layanan 31 tempat Istirahat dan Pelayanan untuk melayani pengguna jalan di Tol Trans Sumatera.
Terdapat fasilitas, seperti kantong parkir yang dapat menampung hampir 6.000 kendaraan. Selain itu, ada juga enam SPBU reguler, 17 SPBU modular, 19 SPKLU, serta 2.967 toilet.
Persiapan mudik juga dilakukan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung dengan mengebut perbaikan jalan nasional sepanjang 1.298 kilometer. Data per 6 Maret 2026, 5.721 lubang yang tersebar di ruas jalan tersebut telah ditutup.
Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung M Ali Duhari mengatakan, secara keseluruhan panjang jalan nasional di Lampung mencapai 1.298 km yang terbagi dalam 65 ruas jalan. Dari hasil survei semester II tahun 2025, persentase kondisi kemantapan jalan nasional mencapai 92,32 persen.
Menjelang mudik lebaran tahun ini, pihaknya terus memacu perbaikan jalan nasional yang rusak sejak awal Februari 2026. Selain melakukan perbaikan jalan, BPJN Lampung juga menerjunkan tim sapu lubang yang bertugas memantau dan memperbaiki jalan-jalan berlubang di sepanjang nasional yang ada di Lampung.
Dari hasil pemantauan tim, sebanyak 7.174 titik lubang yang tersebar di sejumlah ruas jalan nasional. Dari jumlah itu, sebanyak 5.721 lubang sudah diperbaiki. Dalam beberapa hari ke depan, petugas masih akan menutup 1.918 lubang yang masih menganga di jalanan.
“Jadi, masih ada petugas yang bekerja di lapangan. Jadi masih sisa sekitar 1.900 lubang yang masih diperbaiki,” kata Ali.
Dia menambahkan, perbaikan jalan berlubang di tiga ruas jalan nasional di Lampung ditargetkan selesai pada H-10 Idul Fitri agar tidak menimbulkan kemacetan lalu lintas.
Saat ini, cuaca esktrem menjadi tantangan utama untuk mengejar target perbaikan jalan. Kendati begitu, Ali optimistis seluruh ruas jalan nasional akan siap dilalui masyarakat untuk mudik dengan aman dan lancar.
Tarif terjangkau, kemudahan akses, hingga perbaikan infrasturktur diharapkan bisa memberi kenyamanan pada pemudik. Bila nyaman, keamanan mereka di perjalanan semestinya ikut terjamin.





