Menyaksikan Abdi Dalem Keraton Yogya Peragakan Kostum Hewan, Ada Gajah-Naga

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Sejumlah abdi dalem Keraton Yogyakarta memperagakan busana hewan bertema “Buron Wana” seperti gajah, macan, hingga babi hutan atau celeng dalam pembukaan Pameran Temporer Smarabawana: Tata Ruang Kasultanan Yogyakarta di Kompleks Keraton Yogyakarta, Sabtu (7/3) sore.

Pameran ini digelar dalam rangka peringatan Tingalan Jumenengan Dalem atau kenaikan takhta Sri Sultan Hamengku Buwono ke-37 tahun.

Pembukaan pameran tersebut dihadiri langsung Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Selain Sultan HB X, sejumlah keluarga Keraton juga turut hadir dalam agenda tersebut.

Dalam peragaan tersebut, terdapat 12 hewan yang ditampilkan dengan makna simbolik masing-masing. Hewan pertama yang diperagakan adalah gajah yang dimaknai sebagai simbol kekuatan absolut, kendaraan raja, serta memiliki sifat kebijaksanaan.

Sementara hewan terakhir yang ditampilkan adalah burung yang dikaitkan dengan sifat memberi ketenangan. Selain itu, ada juga hewan-hewan lain seperti macan, penyu, hingga naga.

Sultan HB X menyampaikan bahwa tata ruang Yogyakarta sejak awal tidak hanya dimaknai sebagai urusan arsitektur, tetapi juga mencerminkan pandangan hidup masyarakat yang mengaitkan manusia, alam, dan dimensi spiritual.

“Tata ruang Yogyakarta merepresentasikan sebuah pandangan hidup yang menautkan manusia, alam, dan dimensi spiritual kehidupan dalam satu kesatuan kosmologis yang hidup hingga hari ini,” kata Sultan dalam sambutannya, Sabtu (7/3).

Carik Kawedanan Radyo Kartiyoso Keraton Yogyakarta, R.A. Siti Amirul Nur Sundari, menjelaskan bahwa konsep peragaan busana hewan tersebut berkaitan dengan tema bentang alam yang diangkat dalam pameran. Konsep ini terinspirasi dari Kebon Rojo di lingkungan Keraton yang berisi berbagai tanaman dan hewan yang berkaitan dengan kehidupan raja.

“Jadi, acara pembukaan pameran ini memang karena pameran yang bertemakan tentang bentang alam, arsitektural, dan tata ruang. Jadi kita berusaha untuk menampilkan sesuatu yang berhubungan dengan alam,” kata Ami, sapaan akrabnya, ditemui usai acara.

Menurutnya, hewan-hewan yang ditampilkan dalam peragaan busana tersebut merepresentasikan hewan yang secara simbolik maupun nyata pernah menjadi bagian dari lingkungan Keraton.

“Kebetulan ada yang namanya Kebon Rojo kalau di sini. Kebon Rojo itu ada isinya tanaman, juga ada hewan-hewan. Nah, kita mencoba menampilkan hewan-hewan yang biasanya dipunya oleh raja,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kostum yang digunakan dalam peragaan tersebut berasal dari pertunjukan wayang orang dan diperkenalkan kembali kepada masyarakat melalui pameran. Selain itu, format peragaan busana dipilih karena pembukaan pameran berlangsung pada bulan Ramadan.

“Kebetulan juga sekarang lagi Ramadan, jadi kan tidak diperkenankan untuk membuat pertunjukan yang besar, terutama memainkan alat musik oleh karawitan. Hanya peragakan busana hewan,” ujar Ami.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Detik-detik Longsor Sampah TPST Bantargebang, Berawal dari Teriakan Warga
• 8 jam laludetik.com
thumb
Kata PM Qatar soal Serangan Iran: Pengkhianatan Besar
• 2 jam laludetik.com
thumb
Nadiem Sebut Hitungan BPKP soal Harga Laptop Chromebook Janggal dan Asumtif
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Nasib Pemain Naturalisasi ‘Bodong’ Malaysia Makin Suram, Resmi Diputus Kontrak Klub Argentina
• 41 menit lalutvonenews.com
thumb
Kapal Tug Boat Meledak di Selat Hormuz, 3 WNI Dilaporkan Masih Hilang
• 19 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.