Purbaya Tegaskan Belum Ada Kenaikkan Harga BBM Dampak Perang AS

eranasional.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, ERANASIONAL.COM — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan sampai saat ini pemerintah belum berencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi meskipun harga minyak dunia mengalami kenaikan dampak konflik gabungan perang Amerika Serikat (AS) dengan Israel melawan Iran.

Penegasan tersebut disampaikan Menkeu Purbaya saat melakukan peninjauan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (9/3/2026).

“Sampai sekarang belum ada kebijakan untuk mengubah subsidi BBM, dalam pengertian menaikkan harga BBM. Kondisi pasokan minyak di dalam negeri masih berada dalam situasi aman,” ujar Menkeu Purbaya kepada wartawan di Jakarta.

Hal tersebut juga sejalan dengan pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia yang sebelumnya menyampaikan bahwa stok energi nasional masih mencukupi.

Ia menjelaskan bahwa rata-rata harga minyak dunia saat ini masih berada di bawah batas maksimal yang telah diperhitungkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Dengan demikian, APBN dinilai masih mampu menahan dampak fluktuasi harga minyak global.

Meski demikian, lanjut dikatakannya, pemerintah akan terus memantau perkembangan harga minyak dalam beberapa waktu ke depan sebelum mengambil kebijakan lanjutan.

“Sekarang belum saatnya mengambil keputusan, karena uangnya masih cukup,” tambahnya.

Purbaya juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang menghadapi situasi tersebut dan percaya pada kebijakan pemerintah dalam mengelola gejolak ekonomi global.

“Kita lihat kondisi seperti apa. Nanti setelah sebulan, kami prediksi harga minyak seperti apa sehingga kami bisa mengambil kebijakan yang pas. Anda percaya saja, saya cukup pintar, kok. Kita sudah mengalami harga minyak tinggi beberapa kali, nggak hancur negaranya, kan. Kenapa? Karena kebijakannya pas,” tuturnya.

Dalam kesempatan terpisah, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga menegaskan bahwa pasokan BBM nasional masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan puasa hingga perayaan Idul Fitri.

“Harga BBM bersubsidi jenis pertalite tidak akan mengalami kenaikan meskipun harga minyak dunia saat ini mencapai 118 dolar Amerika per barel,” tandas Menkeu Purbaya.

Sebagai informasi tambahan harga minyak mentah jenis Brent mencapai 118 dolar AS per barel untuk pertama kalinya sejak Senin, 17 Juni 2022.

Harga tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata harga minyak pada Januari 2026, di mana minyak Brent berada di level sekitar 64 dolar AS per barel, sementara minyak jenis US WTI tercatat sebesar 57,87 dolar AS per barel.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kesaksian Chua Kotak kondisi keluarga Vidi Aldiano, berduka pun ayahnya pastikan pelayat tak kehujanan
• 8 jam lalubrilio.net
thumb
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan JKN Tetap Aksesibel Selama Libur Lebaran 2026
• 4 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Menlu China sebut penyelesaian aturan Laut China Selatan makin urgen
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Program Migrasi Tenaga Kerja RI Terampil Skema Low Cost ke Jepang, Fokus Caregiver dan Perawat
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
Tentang Info Intelijen Rusia Bantu Iran Serang AS dan Respons Trump
• 18 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.