Sebentar Lagi Lebaran, Warga Jabodetabek Harus Jaga Kesehatan di Sisa Puasa

kompas.id
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS - Hujan deras diperkirakan masih akan turun di kawasan Jabodetabek hingga tiga hari ke depan. Warga, khususnya yang sedang menjalankan puasa, diminta memerhatikan ekstra kondisi kesehatannya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi di wilayah Jabodetabek hingga 12 Maret 2026. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan masih terjadi dan berpotensi disertai petir serta angin kencang.

Hujan turun di Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, Kepulauan Seribu, dan Kabupaten Bogor, Jakarta Utara, dan Jakarta Barat.

Baca JugaBanjir Warnai Minggu Pagi Warga Jakarta

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta mencatat masih terdapat 15 rukun tetangga dan dua ruas jalan tergenang. Kepala Pelaksana BPBD Jakarta Isnawa Adji mengatakan, seluruh genangan terjadi di beberapa kawasan permukiman warga dan ruas jalan Jakarta Barat.

Genangan tersebut dampak dari curah hujan tinggi yang melanda Jakarta pada 7-8 Maret 2026, serta luapan Kali Semanan, Kali Grogol, dan Kali Angke.

Dampak genangan juga memengaruhi operasional Transjakarta. Kepala Departemen Humas dan CSR PT Transportasi Jakarta Ayu Wardhani mengatakan sejumlah layanan mengalami penyesuaian operasional pada jam sibuk demi keamanan dan kenyamanan penumpang.

Pada layanan BRT, rute 2A (Pulogadung 1 – Rawa Buaya) dialihkan sementara karena beberapa halte belum dapat beroperasi karena pembatas jalur (separator) banyak yang berantakan. Kemudian, rute 3 (Kalideres – Monas) dan 3F (Kalideres – Gelora Bung Karno) juga mengalami pengalihan rute karena kondisi serupa di jalur bus.

Selain itu, sejumlah halte sementara tidak melayani pelanggan dua arah, yakni Halte Taman Kota, Halte Jembatan Gantung, Halte Pulo Nangka, dan Halte Jembatan Baru.

Untuk layanan Non-BRT dan Integrasi, rute 3E (Sentraland Cengkareng – Puri Kembangan) dipendekkan sementara menjadi Sentraland – Jembatan Baru. Alasannya, ada genangan setinggi sekitar 50 cm di Simpang Kembangan.

Sementara itu, layanan Mikrotrans JAK.50 (Kalideres – Puri Kembangan) dihentikan sementara akibat genangan di beberapa ruas jalan, termasuk Jalan Raya Kresek, Jalan Palapa, TL Simpang Puri Kembangan, Pasar Laris, dan Jalan Bojong Raya.

Menjaga kesehatan

Di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu tersebut, sejumlah warga mulai menerapkan berbagai strategi untuk menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah puasa.

Salah satunya Intan (29), warga Tangerang Selatan, yang sehari-hari beraktivitas di Jakarta. Ia mengaku kini lebih rutin mengonsumsi vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh, terutama karena harus menghadapi hujan saat perjalanan ke kantor.

”Cuacanya gampang banget bikin flu atau masuk angin. Jadi sekarang, selain memastikan banyak minum air putih dari buka sampai sahur, saya juga rutin minum vitamin C dan multivitamin setelah berbuka puasa,” ujarnya di Jakarta, Senin (9/3/2026).

Bagi Intan, mengonsumsi vitamin tambahan menjadi langkah antisipasi agar daya tahan tubuh tidak mudah menurun saat harus menghadapi cuaca ekstrem di perjalanan. Terlebih, ia harus naik ojek lebih dulu sebelum melanjutkan perjalanan dengan KRL menuju Jakarta.

Hal serupa dilakukan Rafly (30), warga Jakarta Barat. Ia mengaku kini lebih memerhatikan asupan makanan saat sahur dan berbuka, seperti banyak memakan sayur dan buah serta memastikan kebutuhan cairan tubuh terpenuhi agar tidak mudah lemas saat beraktivitas di luar rumah.

”Pola makan yang terjaga dan istirahat yang cukup jadi kunci supaya puasa tetap lancar,” katanya.

Rafly juga selalu membawa payung atau jas hujan saat bepergian. Jika terlanjur kehujanan, ia biasanya segera mengganti pakaian basah, mandi air hangat, dan minum minuman hangat saat berbuka untuk membantu menjaga daya tahan tubuh.

Baca JugaBanjir Awal Tahun, Tantangan Lama yang Masih Dihadapi Jakarta

Praktisi kesehatan Ngabila Salama juga membagikan beberapa tips agar puasa tetap sehat dan tidak mudah sakit. Saat berbuka, sebaiknya konsumsi tiga buah kurma untuk menambah energi dengan kadar gula stabil, sambil menghindari gorengan dan makanan terlalu manis, serta memperbanyak sayur dan buah segar.

”Kemudian, pastikan kebutuhan cairan terpenuhi dengan minum total 10 gelas air per hari, dibagi dua gelas sebelum sahur, dua gelas sebelum subuh, dua gelas saat berbuka, dua gelas sebelum tarawih, dan dua gelas setelah tarawih,” ujarnya.

Ngabila juga menyarankan agar sahur dengan porsi seimbang sesuai isi piringku dan mendekati imsak untuk membantu tubuh tetap bertenaga sepanjang hari. Pilih makanan tinggi serat seperti beras merah, roti gandum, dan sayuran, sambil mengurangi gula dan makanan manis agar kadar gula darah tetap stabil.

”Saat sahur jangan makan makanan manis karena akan membuat kadar gula cepat naik lalu cepat turun, sehingga kita akan cepat lemas bahkan belum jam 12 siang,” ujarnya.

Bagi yang memiliki gangguan lambung, Ia mengatakan untuk mengurangi makanan pedas, asam, kopi, teh, dan soda. Sebaiknya, makan dalam porsi kecil tapi sering, dan jangan langsung tidur setelah makan, beri jeda sekitar 30 menit agar perut bisa mencerna dengan baik.

Adapun aktivitas fisik tetap dianjurkan, namun sebaiknya ringan dan dilakukan di dalam ruangan atau menjelang berbuka untuk mencegah dehidrasi. Dengan pola makan, hidrasi, dan olahraga yang tepat, puasa akan tetap aman, sehat, dan energi terjaga.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Comeback Elkan Baggott di Era John Herdman Usai 769 Hari Absen, Masalah di Timnas Terpecahkan
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
218 Jembatan Rampung Dibangun, Prabowo: Tidur Lega Anak Desa Tak Perlu Menyeberangi Sungai Lagi
• 3 jam laludisway.id
thumb
Jadwal Buka Puasa Kota Bogor Hari Ini 9 Maret 2026
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Polisi: Belum Ada Pengajuan Penangguhan Tahanan Richard Lee
• 15 jam laluokezone.com
thumb
Fans Tak Habis Pikir, Bisa-bisanya Kiper Persib Bandung dengan Clean Sheet Terbanyak Ini Tak Dipanggil John Herdman
• 11 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.