Jakarta: Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) M. Qodari menyampaikan sebanyak 1.408 fasilitas madrasah di Indonesia telah memenuhi kriteria untuk direvitalisasi. Pelaksanaan revitalisasi itu dimasukkan ke dalam paket Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Madrasah periode 2026 yang dijalankan Kementerian Agama (Kemenag).
"Sebanyak 2.120 madrasah telah diusulkan dalam program revitalisasi. Dari jumlah tersebut 1.408 madrasah memenuhi kriteria," kata Kepala KSP Qodari dalam keterangannya di Jakarta, dilansir dari Antara, Senin, 9 Maret 2026.
Menurut Qodari, program PHTC Madrasah dirancang untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan madrasah, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap fasilitas pendidikan yang lebih layak.
“Skema pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan selektif. Program ini mendukung peningkatan kualitas pendidikan keagamaan,” ujar Qodari.
Baca Juga: Dana BOS Madrasah Swasta Rp4,5 Triliun Cair, Bisa untuk Gaji Guru Non-ASNDia menjelaskan pelaksanaan program menggunakan dua skema pembiayaan, yakni 556 proyek dengan Single Year Contract (SYC) dan 852 proyek dengan Multi Year Contract (MYC). Skema tersebut memungkinkan fleksibilitas penganggaran, sehingga proses pembangunan dan peningkatan fasilitas dapat berjalan lebih efektif serta tetap sesuai dengan ketentuan regulasi yang berlaku.
Selain memperkuat kualitas pendidikan berbasis madrasah, Qodari berharap program revitalisasi memberikan dampak ekonomi yang lebih luas. Dia menambahkan seluruh tahapan pelaksanaan revitalisasi, termasuk proses monitoring dan pengawasan anggaran, dilakukan secara ketat agar program berjalan transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.




