Purbaya Evaluasi Penyesuaian APBN Sebulan Ke Depan Akibat Lonjakan Harga Minyak

narasi.tv
8 jam lalu
Cover Berita

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengumumkan rencana untuk melakukan evaluasi terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam waktu satu bulan ke depan. Evaluasi ini dilakukan sebagai respons terhadap meningkatnya harga minyak dunia yang berdampak pada perekonomian.

Purbaya menekankan pentingnya memahami situasi sebelum mengambil keputusan untuk penyesuaian anggaran.

“Saya akan evaluasi selama satu bulan ke depan apa yang terjadi dan kami akan lakukan penyesuaian seperlunya,” kata Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Senin (9/3).

Lonjakan harga minyak dunia, yang terpantau mencapai 118 dolar AS per barel, mendorong pihak pemerintah untuk mempertimbangkan penyesuaian anggaran.

Purbaya menyebutkan bahwa harga minyak saat ini masih berada di bawah kapasitas maksimal yang bisa ditangani oleh APBN. Namun, ia juga mendorong untuk tidak cepat mengambil kesimpulan bahwa harga minyak akan tetap tinggi secara terus-menerus.

“Jangan cepat menyimpulkan harga akan 100 dolar AS terus. Kami akan lakukan asesmen dari waktu ke waktu. Hitungan berubah terus sesuai keadaan, sekarang belum 100 dolar AS kan rata-ratanya. Masih di bawah itu, jadi tenang dulu,” jelas Purbaya.

“Kami monitor dari waktu ke waktu dan saya nggak akan terlambat mengambil keputusan kalau diperlukan,” sambungnya.

Purbaya juga menjelaskan bahwa dampak dari lonjakan harga minyak saat ini belum memberikan pengaruh signifikan terhadap aktivitas ekonomi domestik. Ia menegaskan bahwa perekonomian nasional masih menunjukkan hasil yang positif dan ekspansif.

“Yang jelas kami cukup pintar. Penyesuaian yang dilakukan tidak akan mengganggu momentum pertumbuhan ekonomi,” tuturnya.

Lonjakan Harga Minyak Dunia Kenaikan harga minyak mentah Brent

Harga minyak mentah jenis Brent kembali mencetak lonjakan, mencapai titik tertingginya sejak 17 Juni 2022. Angka 118 dolar AS per barel ini menandai kekhawatiran yang berkembang di pasar global terkait ketegangan geopolitik dan pasokan minyak. Purbaya menegaskan pentingnya memantau perkembangan ini agar dapat mengambil langkah-langkah yang diperlukan seiring dengan perubahan yang mungkin terjadi.

Penyebab lonjakan harga minyak

Lonjakan harga minyak dunia sebagian besar dipicu oleh eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Situasi ini berpotensi mengganggu pasokan minyak global, menyebabkan harga naik. Purbaya menyatakan bahwa pemerintah akan terus mengamati dan menganalisis kondisi ini untuk merumuskan keputusan yang tepat, sehingga diharapkan terhindar dari dampak negatif yang lebih luas pada perekonomian.

Rata-rata harga minyak dibandingkan tahun lalu

Ketika membandingkan harga minyak saat ini dengan tahun lalu, terlihat jelas adanya kenaikan yang signifikan. Di bulan Januari 2026, harga rata-rata minyak jenis Brent tercatat hanya sekitar 64 dolar AS per barel, jauh di bawah angka saat ini. Hal ini menunjukkan volatilitas yang tinggi dalam pasar energi dan perlunya pemerintah untuk tetap sigap dalam menyikapi tren harga yang berubah-ubah.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Enam Orang Tewas, Anjing Pelacak dan ”Drone” Bantu Tim SAR Cari Korban di Bantargebang
• 5 jam lalukompas.id
thumb
Menkes BGS Siapkan 2.700 Posko Kesehatan di Jalur Mudik Lebaran 2026
• 8 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
BPOM Jamin Pangan di Grosir Jaktim Aman Dikonsumsi
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
ESDM dan Pertamina Minta Masyarakat Tak Panic Buying BBM, Stok Dijamin Aman
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Begini Update Soal Pengadaan Meja Biliar di Rumah Dinas DPRD Sumsel
• 13 menit lalujpnn.com
Berhasil disimpan.