Milan, VIVA – Pekan ke-28 Liga Italia Serie A musim ini menyajikan drama yang mengubah peta persaingan, baik di jalur perburuan gelar juara maupun perebutan tiket kompetisi Eropa. Meski menelan hasil pahit di laga derby, Inter Milan masih memegang kendali di puncak klasemen, sementara kejutan besar datang dari klub milik pengusaha asal Indonesia, Como 1907.
Inter Milan Terjungkal, Namun Jarak Tetap Lebar
Rentetan delapan kemenangan beruntun Inter Milan akhirnya resmi terhenti. Dalam laga bertajuk Derby della Madonnina yang berlangsung Senin dini hari WIB, Nerazzurri harus mengakui keunggulan rival sekotanya, AC Milan, dengan skor tipis 0-1.
Meski gagal menambah poin, posisi Inter di takhta tertinggi Serie A masih sulit digoyahkan. Dengan koleksi 67 poin, Inter tetap unggul tujuh poin atas AC Milan (60 poin) yang kini duduk di peringkat kedua.
Fenomena Como: Menembus Empat Besar
Sorotan utama pekan ini tertuju pada Como 1907. Klub yang dimiliki oleh Grup Djarum (Hartono bersaudara) ini menunjukkan performa luar biasa dengan mencatatkan kemenangan beruntun ketiganya.
- Instagram @comofootball
Keberhasilan menang 2-1 di markas Cagliari membuat Como kini berhak menduduki posisi keempat dengan 51 poin. Ini adalah posisi krusial, karena merupakan zona terakhir untuk lolos langsung ke fase grup Liga Champions musim depan. Como berhasil memanfaatkan momentum kegagalan AS Roma yang takluk 1-2 dari Genoa di pekan yang sama.
Kebangkitan Juventus dan Perjuangan Zona Degradasi
Di sisi lain, Juventus akhirnya mengakhiri puasa kemenangan mereka dengan gaya. Bianconeri tampil dominan saat menggilas Pisa dengan skor telak 4-0. Kemenangan ini membawa Juventus naik ke posisi keenam, sekaligus menjaga harapan mereka untuk tetap bersaing di kompetisi Eropa.
Sementara itu, persaingan di papan bawah juga memanas. Verona menjadi satu-satunya tim di zona degradasi yang memetik poin penuh pekan ini setelah menang 2-1 atas Bologna.
Cremonese (posisi 18) masih berjuang keras meski baru saja menelan kekalahan ke-16 musim ini. Pisa semakin terbenam sebagai juru kunci setelah dihantam Juventus, hanya mengantongi 15 poin dari 28 laga.





