Pengusaha Was-Was Dampak Cuaca Ekstrem ke Sektor Pariwisata saat Libur Lebaran

bisnis.com
8 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Pelaku usaha bidang pariwisata menyinggung perkiraan dampak cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia terhadap pergerakan masyarakat menjelang periode libur lebaran Idulftri 2026.

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran menyampaikan bahwa momentum libur lebaran tahun ini berpotensi dipengaruhi cuaca ekstrem. Dia lantas menekankan pentingnya mitigasi risiko yang dilakukan.

“Itu yang sekarang justru yang diharapkan memang agar kolaborasi dengan pemerintah itu cukup baik, yang utama adalah mitigasi bencananya,” kata Alan, sapaan akrabnya kepada Bisnis, Senin (9/3/2026).

Menurutnya, penyampaian informasi terkait cuaca secara jelas menjadi hal paling penting dalam menjalankan mitigasi cuaca di suatu destinasi pariwisata.

Dia juga menggarisbawahi faktor struktural dari destinasi pariwisata yang memiliki risiko tinggi terhadap cuaca ekstrem, misalnya tanah longsor hingga penutupan jalan.

“Hal-hal seperti itu kan yang perlu diekspos, agar pelancong juga merasa nyaman untuk tetap melakukan perjalanan. Itu paling penting sebenarnya,” ujar Alan yang juga merupakan Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) ini.

Baca Juga

  • Kemenpar Sebut Pariwisata di Bali Stabil, Tak Terdampak Iran vs Israel-AS
  • Deretan Negara yang Paling Bergantung pada Pariwisata
  • Perang AS-Iran Dikhawatirkan Berdampak Besar ke Pariwisata Bali

Dia kemudian mencontohkan bahwa cuaca ekstrem menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat pergerakan wisatawan di Indonesia pada periode libur Natal 2025 dan tahun baru 2026 (Nataru) lalu.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) per Desember 2025, misalnya, mencatat tingkat penghunian kamar (TPK) atau okupansi hotel klasifikasi bintang turun 1,94% poin secara tahunan (YoY). Tren penurunan okupansi hotel bintang berlanjut pada Januari 2026 yakni turun 0,85% poin YoY.

“Tahun baru yang lalu 2025 ke 2026 kan penurunan itu salah satu dampaknya, karena masalah cuaca ekstrem itu orang juga banyak menunda perjalanannya,” tutur Alan.

Berdasarkan catatan Bisnis, laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan bahwa cuaca selama periode mudik Lebaran 2026 didominasi hujan ringan hingga sedang. 

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani mengatakan bahwa pihaknya membagi prakiraan kondisi hujan pada periode Idulfitri (1–31 Maret 2026) dalam tiga fase.

Pada rentang 1–10 Maret 2026, terdapat peluang hujan sedang hingga lebat di Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur meskipun didominasi hujan ringan-sedang.

“Kemudian pada periode 11–20 Maret serta 21–31 Maret 2026, kondisi cuaca diperkirakan masih didominasi hujan ringan hingga sedang, tetapi peluang hujan lebat berpotensi terjadi di Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, dan Papua Pegunungan,” kata Faisal, dikutip dari siaran pers, Selasa (3/3/2026).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tebar Kepedulian di Bulan Suci, Parmusi Sulsel Salurkan Sembako di Masjid Al Irsyad
• 9 jam laluterkini.id
thumb
Kapal Musaffah Kena Bom di Selat Hormuz, Istri Kapten Ungkap Komunikasi Terakhir
• 8 jam lalurctiplus.com
thumb
Eks Direktur Gas Pertamina di Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan LNG: Kerugiannya Itu Parsial
• 2 jam laluliputan6.com
thumb
Dua Jenazah Korban Longsor Bantargebang Ditemukan, Tim SAR Cari Satu Korban Terakhir
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Konsolidasi Internal, PKS Depok Fokuskan Gerakan Harmoni dan Sinergi
• 14 jam lalueranasional.com
Berhasil disimpan.