Prabowo: Dunia Bergejolak, Indonesia Harus Siap

mediaindonesia.com
7 jam lalu
Cover Berita

PRESIDEN Prabowo Subianto mengingatkan masyarakat agar bersiap menghadapi dampak ketidakstabilan global yang dipicu berbagai konflik internasional. Ia menilai situasi dunia saat ini sedang berada dalam fase guncangan yang berpotensi mempengaruhi banyak negara, termasuk Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan 218 jembatan di berbagai daerah di Indonesia secara daring, Senin (9/3). Ia menyoroti meningkatnya ketegangan geopolitik yang dipicu konflik di sejumlah kawasan, khususnya Timur Tengah.

"Seluruh dunia sedang mengalami goncangan, seluruh dunia. Akibat perang di Timur Tengah kita terus terang saja harus siap menghadapi kesulitan," kata Prabowo.

Baca juga : Ini Sikap Terbaru Pemerintah Indonesia Terkait Kondisi di Timur Tengah

Menurut dia, perseteruan antarkekuatan besar di dunia dapat membawa dampak luas bagi negara lain. Kondisi tersebut membuat banyak negara berpotensi terseret ke dalam situasi ekonomi dan politik yang lebih sulit.

"Kita berada dalam keadaan dunia yang penuh bahaya. Pihak-pihak kekuatan besar sedang bertikai dan bisa menyeret bangsa-bangsa lain ke dalam keadaan yang susah," ujarnya.

Meski demikian, Prabowo menilai Indonesia memiliki modal kuat untuk menghadapi tekanan global tersebut. Ia mengaku telah mempelajari berbagai data terkait potensi sumber daya nasional yang menurutnya terus menunjukkan temuan baru.

Baca juga : Fasilitas Nuklir Isfahan Rusak Parah Akibat Serangan Rudal AS-Israel

"Sekali lagi saya katakan saya sudah melihat dan saya sudah mempelajari angka-angka, data-data kekayaan kita. Setiap hari kita ketemukan terus kekayaan-kekayaan baru," kata Prabowo.

Ia tidak menampik kemungkinan Indonesia akan merasakan dampak krisis global. Namun, ia optimistis Indonesia dapat keluar dari situasi tersebut dengan kondisi yang lebih kuat.

"Kita akan mengalami kesulitan, saya tidak akan menutup-nutupi itu. Tapi kita punya kekuatan, saya kira perkiraan saya kita akan keluar lebih kuat. Kita akan keluar dari krisis ini dalam keadaan yang lebih kuat dan lebih makmur, lebih produktif, lebih mampu berdiri di atas kaki kita sendiri," ujarnya.

Kepala Negara turut menyinggung upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan nasional, terutama di sektor pangan. Ia menyebut program swasembada pangan yang telah lama diperjuangkannya kini hampir tercapai.

"Yang bertahun-tahun saya perjuangkan, swasembada pangan. Dalam keadaan perang di mana-mana, dalam keadaan harga BBM menjulang sangat tinggi yang bisa mempengaruhi harga pangan, kita bersyukur bahwa kita swasembada hampir kita capai swasembada pangan," katanya.

Ia menambahkan, Indonesia telah mencapai swasembada beras sebagai makanan pokok masyarakat. Selain itu, kemampuan memenuhi kebutuhan protein nasional juga disebutnya akan segera tercapai.

"Kita juga sebentar lagi akan mencapai kemampuan kita memenuhi kebutuhan protein kita. Apa pun terjadi di mana bangsa-bangsa lain banyak akan mengalami kesulitan, minimal kita aman masalah pangan," ujar Prabowo.

Selain pangan, Prabowo juga menyinggung upaya menuju swasembada energi. Ia menyebut Indonesia memiliki potensi besar untuk memproduksi bahan bakar dari sumber daya domestik.

"Masalah BBM juga bertahun-tahun saya perjuangkan swasembada energi. Dan kita memiliki karunia besar dari Yang Maha Kuasa bahwa kita nanti mampu kebutuhan BBM kita bukan dari impor luar negeri, bahkan dari tanaman-tanaman kita, dari kelapa sawit, dari singkong, dari jagung, dari tebu," kata Prabowo.

Di tengah situasi global yang tidak menentu, Prabowo mengajak seluruh masyarakat menjaga persatuan dan bekerja keras agar Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan ke depan.

"Kita harus kerja keras, kita harus rukun, kita harus bersatu menghadapi krisis," pungkasnya. (Mir/P-3)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Impor 700 Karung Bawang Bombai Ilegal dari India, Pria Asal Brebes Berakhir Bui
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Foto: Upaya Pencarian Korban Longsor Gunungan Sampah TPST Bantargebang
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Pria Nekat Nyebrang di Tol Jakut, Berujung Tertabrak Mobil hingga Tewas
• 12 jam laludetik.com
thumb
Sampah Bantargabang di 2025 Capai 55 Juta Ton: 43% Sampah Makanan, 28% Plastik
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
AHY salurkan Bansos hasil lelang lukisan Kuda Api
• 3 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.