Banda Aceh (ANTARA) - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI Brian Yuliarto mengatakan Universitas Syiah Kuala (USK) harus menjadi pusat riset yang dapat mengembangkan potensi sumber daya alam di Provinsi Aceh.
"Aceh memiliki potensi sumber daya alam yang menjanjikan. Karena itu, USK harus bisa menjadi pusat riset dalam mengembangkan potensi yang ada tersebut," kata Brian Yuliarto di Banda Aceh, Senin.
Pernyataan tersebut disampaikan Mendiktisaintek Brian Yuliarto dalam sambutan tertulisnya dibacakan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Dirjen Diktisaintek) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof Khairul Munadi pada pelantikan Prof Mirza Tabrani sebagai Rektor USK.
Menurut Mendiktisaintek, kehadiran USK sebagai pusat riset harus mampu mendorong pembangunan dan perekonomian masyarakat. Serta menjawab persoalan-persoalan masyarakat, baik Aceh, maupun Indonesia secara umum.
"Kami berharap USK bisa mengambil perannya sebagai pusat riset dalam mengembangkan potensi sumber daya yang ada di Aceh agar pengelolaannya berkelanjutan dan memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat," kata Brian Yuliarto.
Selain itu, Mendiktisaintek mengajak civitas akademika USK berperan dalam proses pemulihan masyarakat Aceh pascabencana. Pemulihan tidak hanya bersifat fisik, terapi juga memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana di masa mendatang.
"USK memiliki pusat penelitian tsunami dan mitigasi bencana. Kehadiran pusat penelitian ini harus terus diperkuat dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana. Apalagi Aceh menjadi pusat episentrum bencana," kata Brian Yuliarto.
Baca juga: Mendiktisaintek dorong pelibatan kampus kejar pembangunan ekonomi
Baca juga: Mendiktisaintek dorong implementasi pengelolaan sampah terintegrasi
Baca juga: Mendiktisaintek dorong pemanfaatan maggot untuk atasi masalah sampah
"Aceh memiliki potensi sumber daya alam yang menjanjikan. Karena itu, USK harus bisa menjadi pusat riset dalam mengembangkan potensi yang ada tersebut," kata Brian Yuliarto di Banda Aceh, Senin.
Pernyataan tersebut disampaikan Mendiktisaintek Brian Yuliarto dalam sambutan tertulisnya dibacakan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Dirjen Diktisaintek) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof Khairul Munadi pada pelantikan Prof Mirza Tabrani sebagai Rektor USK.
Menurut Mendiktisaintek, kehadiran USK sebagai pusat riset harus mampu mendorong pembangunan dan perekonomian masyarakat. Serta menjawab persoalan-persoalan masyarakat, baik Aceh, maupun Indonesia secara umum.
"Kami berharap USK bisa mengambil perannya sebagai pusat riset dalam mengembangkan potensi sumber daya yang ada di Aceh agar pengelolaannya berkelanjutan dan memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat," kata Brian Yuliarto.
Selain itu, Mendiktisaintek mengajak civitas akademika USK berperan dalam proses pemulihan masyarakat Aceh pascabencana. Pemulihan tidak hanya bersifat fisik, terapi juga memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana di masa mendatang.
"USK memiliki pusat penelitian tsunami dan mitigasi bencana. Kehadiran pusat penelitian ini harus terus diperkuat dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana. Apalagi Aceh menjadi pusat episentrum bencana," kata Brian Yuliarto.
Baca juga: Mendiktisaintek dorong pelibatan kampus kejar pembangunan ekonomi
Baca juga: Mendiktisaintek dorong implementasi pengelolaan sampah terintegrasi
Baca juga: Mendiktisaintek dorong pemanfaatan maggot untuk atasi masalah sampah




