Antisipasi Dampak Konflik Timteng, Pariwisata DIY Alihkan Fokus ke Pasar Domestik & Asia

jpnn.com
8 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, YOGYAKARTA - Pelaku industri pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memalsimalkan pasar domestik guna mengantisipasi dampak ketegangan geopolitik di Timur Tengah (Timteng).

Langkah tersebut diambil menyusul potensi gangguan rute penerbangan internasional yang dapat menghambat kedatangan wisatawan mancanegara (wisman).

BACA JUGA: Dukung Pariwisata Yogyakarta, Patra Jasa Bersama 2 Dinas Setempat Adakan Pelatihan

Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY Bobby Ardiyanto mengatakan selain pasar domestik, pelaku industri juga masih melihat potensi wisatawan dari negara-negara Asia.

"Yang jelas realistis, pasar domestik yang bisa kita gerakkan, kemudian pasar di Asia yang masih bisa kita gerakkan juga," ujar dia saat dihubungi di Yogyakarta, Rabu.

BACA JUGA: Kereta Bandara YAI Diharapkan Dongkrak Nilai Jual Pariwisata Yogyakarta

Ia mengatakan pasar Asia yang dinilai potensial antara lain berasal dari Singapura dan Malaysia yang memiliki penerbangan langsung ke Yogyakarta, serta negara lain di kawasan Asia Tenggara, seperti Thailand dan Filipina.

"India itu juga cukup memiliki market besar yang sebenarnya bisa kita monetisasi untuk bisa sampai ke sini, karena budaya kita juga bisa menjadi daya tarik buat mereka," ujar dia.

BACA JUGA: 103 Usaha Jasa Pariwisata Yogyakarta Lulus Verifikasi Protokol Kesehatan, Asyik Bisa Liburan Lagi!

Menurut dia, eskalasi situasi di Timur Tengah berpotensi memengaruhi pergerakan wisatawan mancanegara, termasuk dari negara-negara Eropa karena sejumlah bandara di kawasan tersebut menjadi hub penerbangan internasional menuju Asia, termasuk Indonesia.

"Wisatawan Timur Tengah sendiri memang tidak terlalu besar untuk ke Yogya. Cuma karena Timur Tengah menjadi jalur, rute yang mereka lewati untuk sampai ke sini, itu yang menjadi permasalahan," kata dia.

Selain itu, ia menilai kondisi tersebut juga berpeluang memengaruhi biaya perjalanan wisata jika terjadi gangguan pada jalur penerbangan di kawasan itu.

"Harga tiket pesawat pasti naik. Artinya, beban dari biaya perjalanan akan menjadi naik pasti," ujar dia.

Bobby menambahkan pelaku industri pariwisata di DIY selama Ramadhan ini juga menghadapi tekanan karena aktivitas wisata melambat sementara biaya operasional tetap berjalan.

Untuk menjaga tingkat hunian selama Ramadhan, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY menawarkan berbagai promo dan paket khusus, termasuk penurunan tarif kamar.

"Kami juga melakukan efisiensi operasional sambil bersiap menyambut periode libur Lebaran yang biasanya menjadi masa ramai kunjungan," kata Wakil Ketua PHRI DIY Bidang Promosi dan Event Muhtar Habibi.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dominan! Ini 5 Zodiak dengan Aura Pemimpin yang Kuat
• 9 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Daftar 41 Pemain yang Dipanggil Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026, Elkan Baggott Resmi Kembali!
• 14 jam lalubola.com
thumb
Persib Vs Persik: Federico Barba Ungkap Alasan Pantang Remehkan Macan Putih
• 14 jam lalubola.com
thumb
Produksi Minyak Irak Anjlok 60 Persen Imbas Serangan AS-Israel ke Iran
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
IHSG Sesi I Merosot 3,59 Persen, Rupiah Melemah ke Rp 16.986 per Dolar AS
• 15 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.