Iran telah menetapkan pemimpin tertinggi mereka yang baru setelah Ali Khamenei gugur dalam serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat (AS). Putra kedua Khamenei, Mojtaba Khamenei, kini secara resmi menjadi Pemimpin Tertinggi Iran.
Penunjukkkan Mojtaba itu dilakukan usai 9 hari meninggalnya Khamenei pada Sabtu (28/2). Dilansir Aljazeera, Senin (9/3/2026), setelah proses di Majelis Pakar, Mojtaba, yang disebut-sebut sebagai calon kuat, terpilih sebagai pemimpin tertinggi Iran yang baru.
Mojtaba Khamenei tidak pernah mencalonkan diri untuk jabatan publik atau mengikuti pemilihan umum, tetapi selama beberapa dekade telah menjadi tokoh yang sangat berpengaruh di lingkaran dalam pemimpin tertinggi. Ia juga membina hubungan yang erat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Mojtaba Khamenei yang kini berusia 56 tahun ini tidak pernah membahas masalah suksesi secara terbuka. Hal itu dinilai menjadi sebuah topik yang sensitif lantaran kenaikannya ke posisi pemimpin tertinggi akan menciptakan dinasti yang mengingatkan pada monarki Pahlavi sebelum revolusi Islam 1979.
Penunjukkan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran disambut terbuka oleh Garda Revolusi Iran. Mereka menyatakan kesetiaan kepada Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei.
"Korps Garda Revolusi Islam... siap untuk patuh sepenuhnya dan berkorban dalam melaksanakan perintah ilahi dari Ahli Hukum Pelindung zaman ini, Yang Mulia Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei", kata Garda Revolusi dalam sebuah pernyataan dilansir kantor berita AFP, Senin (9/3/2026).
Dukungan juga datang dari kelompok Houthi. Kelompok yang bermarkas di Yaman ini menyebut penunjukkan ini pukulan besar bagi musuh-musuh Iran.
Dilansir kantor berita AFP, Houthi mengucapkan selamat atas terpilihnya Mojtaba Khamenei. Houthi menilai penunjukkan ini harus dilakukan di tengah kondisi yang krusial antara perang Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
"Kami mengucapkan selamat kepada Republik Islam Iran, kepemimpinannya, dan rakyatnya, atas terpilihnya Sayyid Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam pada saat yang penting dan krusial ini," kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan di Telegram.
Houthi mengatakan terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai kemenangan baru bagi Garda Revolusi Iran. Dia menyebut ini juga menjadi pukulan telak bagi musuh.
"Kemenangan baru bagi Revolusi Islam dan pukulan telak bagi musuh-musuh Republik Islam dan musuh-musuh negara," ujarnya.
(ygs/ygs)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/4737728/original/068720800_1707353674-8_februari_2024-1.jpg)