Presiden Prabowo Subianto memastikan kondisi ketahanan pangan nasional tetap stabil dan aman. Kepastian ini disampaikan di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Pemerintah terus berupaya memperkuat kemandirian pangan melalui program swasembada beras secara nasional. Capaian tersebut dinilai menjadi modal krusial bagi Indonesia dalam menghadapi potensi krisis pangan dunia.
Indonesia juga diprediksi akan segera mampu memenuhi kebutuhan protein dalam negeri secara mandiri. Hal ini melengkapi keberhasilan dalam menjaga ketersediaan makanan pokok bagi seluruh lapisan masyarakat.
Presiden menyampaikan pernyataan tersebut dalam agenda peresmian 218 jembatan pada Senin (9/3/2026). “Swasembada beras, di mana beras adalah makanan pokok kita, tapi kita juga sebentar lagi akan mencapai kemampuan kita, memenuhi kebutuhan protein kita,” ujar Prabowo.
Kutipan langsung dari kanal YouTube Sekretariat Presiden menegaskan posisi Indonesia di kancah global. “Apapun terjadi di mana bangsa-bangsa lain banyak akan mengalami kesulitan, minimal kita aman masalah pangan,” lanjutnya.
Kondisi ini menjadi keunggulan strategis saat banyak negara mengalami gangguan rantai pasok global. Konflik geopolitik diperkirakan akan menekan pasokan pangan di berbagai belahan dunia lainnya.
Prabowo meyakini kekuatan ekonomi domestik mampu membawa Indonesia keluar dari berbagai tantangan berat. Pemanfaatan kekayaan sumber daya alam menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Pemerintah telah mempelajari data kekayaan negara guna memperkuat sektor strategis di masa depan. “Setiap hari kita akan keluar lebih kuat. Kita akan keluar dari krisis ini dalam keadaan yang lebih kuat dan lebih makmur,” tegasnya.
Baca Juga: Bapanas Klaim Harga Pangan Melandai di Pertengahan Ramadan, Cabai hingga Bawang Turun
Kemandirian bangsa diharapkan dapat membuat Indonesia lebih produktif dan berdiri di atas kaki sendiri. Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas karunia sumber daya yang dimiliki oleh tanah air.
Indonesia berkomitmen untuk terus meningkatkan produktivitas sektor pangan guna mengantisipasi dampak perang. Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar untuk menjamin kedaulangan pangan nasional secara berkelanjutan.





