FAJAR, MAKASSAR — Suasana ngebuburit di bulan Ramadan biasanya diisi dengan berjalan-jalan santai sambil menunggu waktu berbuka puasa. Namun, pemandangan berbeda terlihat di Kedai Sombala yang berada di pelataran Sao Panrita Centre, tepat di depan Kampus UNM Tambung, Minggu sore.
Kedai Sombala bersama sejumlah komunitas seperti Pendaur.ID, Muraya.STD, Mues Bluess, dan beberapa komunitas lainnya menggelar ngebuburit kreatif. Kegiatan tersebut diisi dengan pertunjukan musik live, workshop daur ulang sampah plastik, hingga live mural.
Acara dimulai sejak pukul 15.30 Wita hingga menjelang waktu berbuka puasa, kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama.
Owner Kedai Sombala, Alif Anggara, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program bulanan Kedai Sombala yang bertajuk “Datang Bulan.”
“Ini adalah program bulanan Kedai Sombala di bawah manajemen Sombala Art Production. Kami mengusung tema Datang Bulan sebagai pemantik agar kegiatan ini bisa terlaksana secara rutin setiap bulan, misalnya Datang Bulan Februari, Datang Bulan Maret, dan seterusnya. Tanggal pelaksanaannya bersifat tentatif atau menyesuaikan,” ujar Alif.
Ia menjelaskan, program ini dirancang sebagai ruang temu bagi komunitas kreatif untuk berkolaborasi dan berbagi ide.
Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari pengelola Sao Panrita Centre, Jamal Kalan. Menurutnya, kegiatan yang melibatkan berbagai komunitas dan mahasiswa sangat positif dan penting untuk dilakukan secara rutin.
“Kegiatan bulanan seperti ini penting terus dilaksanakan, apalagi melibatkan banyak komunitas dan mahasiswa. Saya sebagai pengelola Sao Panrita Centre tentu mendukung dan siap memfasilitasi teman-teman yang ingin melakukan kegiatan positif seperti ini,” kata Jamal.
Sebelumnya, Datang Bulan Part 1 yang digelar pada Februari lalu menjadi pembuka program di awal tahun 2026 dengan konsep open stage yang memberi ruang bagi siapa saja untuk berekspresi di atas panggung.
Sementara itu, Datang Bulan Part 2 pada Maret diisi dengan workshop daur ulang dan kegiatan mural. Rencananya, pada April mendatang atau Datang Bulan Part 3, kegiatan akan menghadirkan tokoh teater untuk membuka ruang diskusi seputar seni pertunjukan.
Selain menjadi tempat menikmati kopi, Kedai Sombala juga berupaya menjadi ruang alternatif bagi lahirnya berbagai gagasan kreatif. Di tempat ini, berbagai ide bertemu, didiskusikan, hingga diwujudkan menjadi karya melalui kolaborasi antar komunitas.





