Fitch Pangkas Outlook Empat Bank Milik Negara jadi Negatif

bisnis.com
7 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings merevisi outlook atau prospek peringkat jangka panjang dalam mata uang asing (Long-Term Foreign-Currency Issuer Default Rating/IDR) empat bank milik negara Indonesia menjadi negatif dari sebelumnya stabil.

Keempat bank tersebut yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), serta Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (Indo Eximbank).

Dalam laporan yang dirilis pada Senin (9/3/2026), Fitch menegaskan bahwa peringkat jangka panjang di level ‘BBB’ tetap dipertahankan, begitu pula dengan Government Support Rating (GSR) dan Short-Term IDR masing-masing bank.

Perubahan outlook tersebut mengikuti langkah Fitch sebelumnya yang merevisi outlook peringkat utang pemerintah Indonesia menjadi negatif dari stabil pada 4 Maret 2026, sementara rating tetap berada di level BBB.

Fitch menilai pemerintah masih memiliki kecenderungan kuat untuk memberikan dukungan kepada bank-bank pelat merah tersebut. Hal itu didorong oleh pentingnya peran sistemik bank-bank tersebut dalam sistem keuangan nasional.

Mandiri, BRI, dan BNI misalnya memiliki pangsa simpanan yang besar di industri perbankan, yakni sekitar 10% hingga 21% dari total pangsa deposito per akhir 2025. Sementara itu, BSI dan Indo Eximbank dinilai memiliki peran kebijakan yang signifikan.

Baca Juga

  • Purbaya Bakal Roadshow ke Luar Negeri Usai Kredibilitas Fiskal Disorot Fitch Cs
  • Outlook Fitch Negatif, OJK Tegaskan Fundamental Sektor Keuangan Tetap Kuat
  • Fitch Proyeksikan Defisit APBN 2026 Capai 2,9%, Lampaui Target Seperti 2025

“Namun, kemampuan pemerintah untuk memberikan dukungan dinilai melemah, sebagaimana tercermin dalam outlook negatif pada peringkat kedaulatan Indonesia,” tulis Fitch dalam laporannya.

Sejalan dengan itu, outlook peringkat jangka panjang Mandiri, BRI, BNI, dan Indo Eximbank direvisi menjadi negatif karena peringkat tersebut sangat dipengaruhi oleh Government Support Rating yang terkait langsung dengan peringkat sovereign Indonesia.

Di sisi lain, Fitch mempertahankan outlook stabil untuk PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BSI). Lembaga pemeringkat tersebut juga menegaskan Viability Rating (VR) BSI di level ‘bbb-’, yang menjadi faktor utama dalam penentuan peringkat jangka panjang bank syariah terbesar di Indonesia tersebut.

Menurut Fitch, peringkat BSI kemungkinan tetap stabil meskipun terjadi penurunan GSR yang mengikuti penurunan peringkat sovereign, selama profil fundamental bank masih terjaga.

Namun demikian, Fitch menilai penurunan peringkat BSI masih mungkin terjadi jika terjadi penurunan signifikan pada permodalan, misalnya apabila rasio common equity tier 1 (CET1) turun di bawah 13% tanpa prospek pemulihan yang cepat.

Lebih lanjut, Fitch menyebut Government Support Rating dari seluruh bank BUMN tersebut berpotensi turun apabila peringkat sovereign Indonesia turut mengalami penurunan.

Dalam skenario tersebut, peringkat jangka panjang Mandiri, BRI, BNI, dan Indo Eximbank juga kemungkinan akan ikut diturunkan.

Sebaliknya, outlook peringkat bank-bank tersebut dapat kembali menjadi stabil apabila outlook peringkat sovereign Indonesia kembali direvisi menjadi stabil.

Di sisi instrumen utang, Fitch menyatakan peringkat obligasi senior tanpa jaminan milik Mandiri, BRI, dan BNI disetarakan dengan peringkat jangka panjang masing-masing bank, karena instrumen tersebut merupakan kewajiban langsung yang tidak dijamin dan tidak tersubordinasi.

Sementara itu, obligasi subordinasi milik BNI diperingkat dua tingkat di bawah IDR jangka panjang, mencerminkan tingkat subordinasi yang lebih tinggi serta prospek pemulihan yang lebih rendah dibandingkan instrumen senior.

Selain faktor keuangan, Fitch juga menyoroti aspek keberlanjutan. BRI dan BSI memperoleh ESG Relevance Score sebesar 4 untuk faktor hak asasi manusia, hubungan komunitas, serta akses dan keterjangkauan layanan keuangan, yang dinilai memiliki relevansi lebih tinggi dibandingkan panduan sektor perbankan pada umumnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pandji Pragiwaksono Jawab 17 Pertanyaan Penyidik Soal Sidang Adat di Toraja
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
IHSG Ambruk Hingga 3%, Bos BEI Bilang Begini
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
8 Aplikasi yang Blokir Akun Anak di RI Habis Lebaran, Tak Cuma Medsos
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Ketegangan Timur Tengah Picu Lonjakan Minyak, Wall Street Ikut Terseret
• 3 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Kemenkes Akan Hapus Praktik Pasung bagi ODGJ: UU Kesehatan Melarang
• 8 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.