Gara-Gara IFP, Mendikdasmen Sebut Siswa Jadi Candu Belajar

medcom.id
6 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Pemerintah telah menyalurkan 124 ribu unit papan digital interaktif atau Interactive Flat Panel (IFP) sepanjang tahun 2025. Penyaluran IFP ke setiap sekolah di seluruh Indonesia ini diharapkan dapat menunjang pembelajaran digital para siswa.
 
IFP menjadi upaya pemerintah untuk peningkatan transformasi digital pendidikan. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) menerangkan jika minat belajar siswa pun menjadi meningkat karena adanya IFP.
 
"IFP itu mendorong untuk anak-anak bisa belajar lebih termotivasi," kata Mu'ti saat ditemui di Jakarta, dikutip Senin 9 Maret 2026.

Ia pun menceritakan IFP yang dikirimkan ke sekolah-sekolah di Papua. Siswa di sana seperti kecanduan dan meminta tambahan jam belajar dengan IFP. "Kalau sore biasanya main bola, begitu ada IFP minta belajar lagi," ungkapnya.
 
Untuk tahun 2026, anggaran IFP pun bakal ditambah. Jumlahnya meningkat dari tahun sebelumnya. "Dalam prosesnya misalnya untuk pembelian IFP dan sebagainya ini termasuk yang mendapatkan berbagai tambahan anggaran," sebut Sekjen Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Suharti dalam acara Dialog Kebijakan Kemendikdasmen di Tangerang Selatan, Minggu 2 Maret 2026.
 
Sebelumnya anggaran IFP sebesar Rp 33, 5 triliun pada tahun 2025. Sedangkan untuk tahun 2026 anggaran meningkat menjadi Rp 64 triliun.
 
"Jadi dari 33,5 ke 64 itu kan signifikan naiknya," jelas dia.
 
Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyatakan program digitalisasi pendidikan akan terus berjalan. Termasuk untuk tahun anggaran 2026.
 
Mu’ti mengatakan, program digitalisasi pendidikan akan diperluas. Tahun ini, sebanyak 288.000 satuan pendidikan menjadi sasaran.
 
"Target sasaran satuan pendidikan untuk digitalisasi pendidikan pada tahun anggaran 2026 sebanyak 288 ribu satuan pendidikan," jelas dia dalam Rapat Koordinasi Kepala Daerah tentang Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran Tahun Anggaran 2026 di ICE BSD, Kamis 13 November 2025.
 
Program digitalisasi mencakup empat komponen utama. Yakni penyediaan panel interaktif (interactive flat panel), pengadaan laptop, pelatihan guru, dan pengembangan bahan ajar digital.
 
“Ini satu kesatuan agar perangkat yang disediakan benar-benar dapat digunakan secara optimal untuk meningkatkan kualitas pembelajaran,” kata Mu’ti.
 
Ia juga menyebutkan bahwa mulai 2026, setiap sekolah akan menerima peningkatan fasilitas digital. Hal ini sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto.
 
“Kalau sekarang kita kirimkan satu IFP (Interactive Flat Panel) untuk satu sekolah, maka tahun depan akan dikirimkan tiga IFP untuk masing-masing satuan pendidikan,” ujarnya.
 
Disamping itu, ia juga menegaskan keberlanjutan program revitalisasi sekolah. Revitalisasi sekolah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menyediakan sarana dan prasarana pembelajaran yang lebih layak.
 
Berdasarkan data Kemendikdasmen, sejatinya anggaran revitalisasi sekolah pada tahun 2025 ini mengalami penurunan.  Dari Rp 16,9 triliun pada 2025 menjadi Rp 14 triliun pada 2026.
 
Meski menghadapi keterbatasan anggaran, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tetap menekankan pentingnya efisiensi, pengawasan, dan transparansi. Mu’ti meminta agar setiap daerah benar-benar memprioritaskan sekolah yang kondisinya sangat tidak layak untuk mendapatkan bantuan revitalisasi.
 
“Kami mohon dukungan untuk pengawasan dan pelaksanaannya, sehingga dana yang dihimpun dari masyarakat dan APBN digunakan dengan sebaik-baiknya. Tidak ada kebocoran, tidak ada penyalahgunaan,” kata Mu’ti.
 
Untuk lebih jelas mengenai IFP, yuk simak informasi berikut ini: Apa itu Interactive Flat Panel (IFP)? Dikutip dari akun Instagram @ditsmp.kemendikdasmen, Interactive Flat Panel (IFP) merupakan teknologi pembelajaran interaktif yang digunakan untuk menulis, menggambar, berkolaborasi, serta terintegrasi dengan LMS dan sumber belajar digital. IFP dibuat khusus untuk proses belajar lebih seru, mudah, dan menyenangkan bagi guru maupun siswa.
 
Melansir akun Instagram @bpmp.kalsel, IFP berupa perangkat layar sentuh modern yang menggabungkan fungsi monitor, komputer, papan tulis digital, dan proyektor dalam satu unit all-in-one. Dengan perangkat ini, guru dan siswa dapat berinteraksi langsung melalui konten di layar.
 
Selain itu, guru dan murid dapat menulis, menggambar, memberi anotasi instan, hingga berbagi layar tanpa kabel. Kolaborasi juga bisa dilakukan secara real-time di ruang kelas. Hal ini menjadi bentuk nyata dari digitalisasi pembelajaran yang membuat kegiatan belajar lebih interaktif, kreatif, dan menyenangkan. Langkah Penerimaan Papan IFP
  1. Membentuk tim penerima IFP yang terdiri dari Kepala Sekolah hingga Perwakilan Guru;
  2. Verifikasi surat jalan dan penerimaan barang;
  3. Tim ekspedisi menghubungi kepala sekolah untuk memastikan jadwal pengiriman IFP dan kelengkapannya;
  4. Siapkan ruang kelas;
  5. Siapkan alat foto dan video untuk dokumentasi penerimaan IFP;
  6. Tempatkan IFP di ruang kelas yang disediakan;
  7. Kotak perangkat dan kelengkapan IFP tidak dibuka sebelum teknisi datang;
  8. Pengecekan unit dilakukan oleh teknisi;
  9. Cek kondisi unit IFP, jumlah unit, merek, tipe dan nomor seri IFP;
  10. Pemasangan IFP oleh teknisi;
  11. Ikuti proses uji fungsi IFP;
  12. Pastikan perangkat layar menyala;
  13. Pastikan layar sentuh berfungsi;
  14. Penyedia IFP memberikan petunjuk penggunaan hingga perawatan IFP;
  15. Kepala Sekolah dan penyedia menandatangani Berita Acara Pemeriksaan dan Penerimaan (BAPP);
  16. BAPP discan dengan jelas;
  17. Scan BAPP, foto perakitan, foto petunjuk penggunaan, foto hasil akhir pemasangan diunggah ke aplikasi penerima IFP yang disediakan;
  18. Simpan dokumen fisik BAPP di arsip sekolah;
  19. Hasil scan juga disimpan di perangkat lokal dan cloud sebagai data cadangan.
Perbedaan IFP dengan Smart TV Tujuan Utama
  1. Smart TV: Hiburan, konsumsi konten. (streaming TV, video)
  2. IFP: Pembelajaran &
  3. kolaborasi interaktif
  4. di kelas/rapat.
Interaksi
  1. Smart TV: Menggunakan remote control atau ponsel pintar.
  2. IFP: Memiliki fitur layar sentuh, pena digital, multi-point, guru/murid bisa menulis, menggambar, bahkan banyak orang sekaligus berinteraksi
Penggunaan Internet
  1. Smart TV: Ketika offline Bisa menampilkan file/video dari USB atau laptop, tapi tetap pasif. Sementara dengan internet perlu internet untuk akses aplikasi streaming.
  2. IFP: Saat offline bisa dipakai tanpa internet sebagai papan tulis digital, seperti menulis, menggambar, simpan catatan ke USB. Tidak wajib internet, semua fungsi dasar tetap bisa berjalan. Internet hanya untuk menambah fitur (cloud, LMS, kolaborasi real-time, update software).
Aplikasi
  1. Smart TV: Terbatas pada aplikasi hiburan dan aplikasi bawaan pabrik.
  2. IFP: Mendukung aplikasi pembelajaran, whiteboard digital, voting/kuis interaktif, perekaman pelajaran. Super Aplikasi dari Rumah Pendidikan
Kualitas Audio/Video
  1. Smart TV: Gambar & suara dioptimalkan untuk hiburan rumah.
  2. IFP: Layar anti-silau, sudut pandang lebar, speaker cukup keras untuk ruangan kelas.
  Baca juga:  2.360 Panel Interaktif Sudah Disalurkan ke SLB, Bakal Ditambah Lagi Tahun Depan
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
DPRD Sumsel Anggarkan Rp 486 Juta untuk Meja Biliar di Rumah Dinas Pimpinan
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
ASICS Dorong Perempuan Aktif Lewat Peluncuran NAGINO Collection, Intip Yuk Beauty!
• 12 jam laluherstory.co.id
thumb
Pramono Ungkap Dampak Buruk Serangan AS-Israel ke Iran yang Bisa Timpa DKI Jakarta
• 5 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Kasus Toraja, Pandji Berharap Restorative Justice
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Cuaca Ekstrem Diprediksi Terjadi hingga 12 Maret, Jakarta Masuk Wilayah Siaga
• 15 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.