VIVA – Kesadaran terhadap isu lingkungan semakin memengaruhi cara orang menjalani kehidupan sehari-hari. Di berbagai negara, semakin banyak individu maupun komunitas yang mencoba menerapkan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.
Mulai dari mengurangi penggunaan plastik, memilih produk yang lebih berkelanjutan, hingga mendukung penggunaan energi bersih, berbagai langkah tersebut kini menjadi bagian dari tren gaya hidup modern. Scroll untuk info lebih lanjut...
Perubahan pola pikir ini juga terlihat dari meningkatnya perhatian terhadap sumber energi yang digunakan dalam berbagai aktivitas. Energi terbarukan, seperti tenaga surya, semakin dikenal luas dan mulai dimanfaatkan dalam berbagai skala, baik di lingkungan rumah tangga maupun fasilitas yang lebih besar.
Bagi sebagian orang, penggunaan energi bersih tidak hanya berkaitan dengan efisiensi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan dalam jangka panjang. Pemanfaatan panel surya atap menjadi salah satu teknologi yang semakin sering diperbincangkan dalam konteks gaya hidup berkelanjutan.
Teknologi ini memungkinkan pemanfaatan energi matahari untuk menghasilkan listrik dengan emisi yang lebih rendah dibandingkan sumber energi konvensional. Sejalan dengan tren tersebut, instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap juga mulai diterapkan di berbagai fasilitas produksi.
Salah satunya terlihat pada fasilitas produksi di Kawasan Industri Maspion, Romokalisari, Surabaya, yang meresmikan pengoperasian sistem tenaga surya di area produksinya. Peresmian ini turut dihadiri oleh perwakilan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur serta sejumlah perwakilan dari berbagai pihak yang terlibat dalam proyek tersebut.
Instalasi panel surya ini merupakan bagian dari upaya memanfaatkan sumber energi yang lebih ramah lingkungan dalam kegiatan operasional sehari-hari. Proyek ini diwujudkan melalui kolaborasi dengan Suryanesia, perusahaan yang menyediakan solusi Solar-as-a-Service bagi pelaku industri di Indonesia.
Kehadiran teknologi ini diharapkan dapat mendukung penggunaan energi yang lebih efisien sekaligus berkontribusi terhadap upaya keberlanjutan lingkungan. Fasilitas produksi tersebut sendiri telah beroperasi lebih dari dua dekade dalam memproduksi peralatan makan dan minum berbahan kaca.
Produk yang dihasilkan bahkan telah dipasarkan ke lebih dari 50 negara dengan dukungan teknologi dan lini mesin kaca otomatis. Susanto, Assistant Plant Manager PT Ishizuka Maspion Indonesia, mengatakan, peresmian PLTS ini bukan sekadar penambahan kapasitas listrik, tetapi juga menjadi wujud komitmen perusahaan dalam memanfaatkan Energi Baru Terbarukan.




