JAKARTA, KOMPAS.TV - Kementerian Agama (Kemenag) mengeluarkan panduan resmi mengenai pelaksanaan takbiran di Bali jika Hari Raya Idulfitri 2026 bertepatan dengan Hari Raya Suci Nyepi Tahun Caka 1948.
Ketentuan tersebut dikeluarkan untuk menjaga keharmonisan antarumat beragama sekaligus memastikan ibadah umat Islam tetap dapat dilaksanakan dengan tertib.
Dalam panduan yang disampaikan melalui akun Instagram @kemenag_ri, takbiran tetap dapat dilaksanakan oleh umat Islam di Bali meskipun bertepatan dengan perayaan Nyepi.
"Sahabat Religi, tahun ini ada momen yang sangat spesial di Bali, di mana Malam Takbiran Idulfitri 1447H bertepatan dengan Hari Raya Suci Nyepi," demikian keterangan Kemenag, Senin (9/3/2026).
Baca Juga: Iktikaf Masjid Istiqlal Ramadan 1447 H Dimulai 10 Maret 2026, Simak Pengumumannya
Kemenag mengatakan takbiran tetap bisa dilaksanakan di masjid atau musala terdekat dengan menyesuaikan kondisi yang berlaku di wilayah setempat.
Kemenag mengimbau pelaksanaan takbiran tidak menggunakan pengeras suara maupun perangkat yang dapat menimbulkan kebisingan untuk menghormati suasana hening yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Raya Nyepi.
"Tanpa pengeras suara. Tidak menggunakan sound system, petasan, atau bunyi-bunyian lainnya," kata Kemenag.
Waktu pelaksanaan takbiran juga diatur secara khusus, yakni berlangsung pada pukul 18.00 hingga 21.00 WITA.
Pengaturan waktu tersebut dilakukan sebagai bentuk penyesuaian agar kegiatan ibadah umat Islam tetap berjalan dengan baik tanpa mengganggu ketertiban umum.
Penulis : Dian Nita Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- takbiran 2026
- nyepi 2026
- takbiran saat nyepi 2026
- kemenag
- Takbiran di Bali
- panduan takbiran saat nyepi




