Washington (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan sedang mempertimbangkan kesepakatan ekonomi dengan Kuba yang kemungkinan mencakup pencabutan sebagian sanksi terhadap Havana, menurut laporan USA Today, mengutip dua sumber yang mengetahui rencana tersebut.
Meski rincian terkait dugaan kesepakatan dan waktu pelaksanaannya masih terbatas, laporan pada Minggu menyebutkan bahwa langkah itu antara lain dapat mencakup pencabutan sejumlah sanksi serta pelonggaran pembatasan yang selama ini menghalangi warga AS mengunjungi negara Karibia tersebut.
Gedung Putih juga dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk menawarkan “jalan keluar” bagi Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel, yang memungkinkan keluarga Castro tetap berada di pulau tersebut, serta membahas kemungkinan kesepakatan terkait pelabuhan, energi, dan pariwisata.
Namun, laporan itu menyebutkan belum jelas apa yang akan diberikan Havana kepada Washington sebagai imbalan atas kesepakatan tersebut.
Sebelumnya pada Sabtu (7/3), Trump mengatakan dalam KTT Shield of the Americas bahwa “Kuba berada di ujung jalan,” seraya menyatakan bahwa otoritas Kuba mencari negosiasi yang menurutnya saat ini sedang berlangsung dengan partisipasi Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.
Sementara pada 29 Januari lalu, Trump menandatangani perintah eksekutif yang memberi kewenangan kepada AS untuk mengenakan tarif terhadap impor dari negara-negara yang memasok minyak ke Kuba serta menetapkan keadaan darurat, dengan alasan adanya ancaman terhadap keamanan nasional AS yang berasal dari Kuba.
Pemerintah Kuba menuduh AS berupaya menekan perekonomian negara Karibia tersebut dan membuat kondisi kehidupan penduduknya menjadi tidak tertahankan.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Baca juga: Trump isyaratkan "pengambilalihan damai" Kuba oleh AS
Baca juga: Kuba sebut AS siap kerja sama investigasi kasus intrusi speedboat
Meski rincian terkait dugaan kesepakatan dan waktu pelaksanaannya masih terbatas, laporan pada Minggu menyebutkan bahwa langkah itu antara lain dapat mencakup pencabutan sejumlah sanksi serta pelonggaran pembatasan yang selama ini menghalangi warga AS mengunjungi negara Karibia tersebut.
Gedung Putih juga dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk menawarkan “jalan keluar” bagi Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel, yang memungkinkan keluarga Castro tetap berada di pulau tersebut, serta membahas kemungkinan kesepakatan terkait pelabuhan, energi, dan pariwisata.
Namun, laporan itu menyebutkan belum jelas apa yang akan diberikan Havana kepada Washington sebagai imbalan atas kesepakatan tersebut.
Sebelumnya pada Sabtu (7/3), Trump mengatakan dalam KTT Shield of the Americas bahwa “Kuba berada di ujung jalan,” seraya menyatakan bahwa otoritas Kuba mencari negosiasi yang menurutnya saat ini sedang berlangsung dengan partisipasi Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.
Sementara pada 29 Januari lalu, Trump menandatangani perintah eksekutif yang memberi kewenangan kepada AS untuk mengenakan tarif terhadap impor dari negara-negara yang memasok minyak ke Kuba serta menetapkan keadaan darurat, dengan alasan adanya ancaman terhadap keamanan nasional AS yang berasal dari Kuba.
Pemerintah Kuba menuduh AS berupaya menekan perekonomian negara Karibia tersebut dan membuat kondisi kehidupan penduduknya menjadi tidak tertahankan.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Baca juga: Trump isyaratkan "pengambilalihan damai" Kuba oleh AS
Baca juga: Kuba sebut AS siap kerja sama investigasi kasus intrusi speedboat





