Ada Konflik Timur Tengah, InJourney Optimistis Pariwisata RI Masih Kuat Ditopang Pasar Domestik

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

Holding BUMN Aviasi dan Pariwisata atau InJourney optimistis aktivitas sektor pariwisata Indonesia tetap tumbuh di tengah meningkatnya eskalasi geopolitik.

Ada Konflik Timur Tengah, InJourney Optimistis Pariwisata RI Masih Kuat Ditopang Pasar Domestik. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Holding BUMN Aviasi dan Pariwisata atau InJourney optimistis aktivitas sektor pariwisata Indonesia tetap tumbuh di tengah meningkatnya eskalasi geopolitik yang tengah terjadi antara AS-Iran. 

Direktur Commercial InJourney Veronica Sisilia mengatakan ketegangan geopolitik global di Timur Tengah tentu akan memengaruhi industri pariwisata dan penerbangan, termasuk potensi pembatalan penerbangan internasional.

Baca Juga:
PHRI Tekankan Sektor Pariwisata Punya Efek Ganda Dongkrak Ekonomi

"Yang terjadi sampai hari ini volatilitas di harga energi, nilai tukar dan lain sebagainya sudah pasti itu impact ke kita semua, sama-sama paham," ujarnya dalam konferensi pers terkait kesiapan InJourney Hospitality dalam menyambut libur Lebaran 2026 di Gedung Sarinah, Senin (9/3/2026).

Namun, dia menilai sektor pariwisata nasional memiliki ketahanan karena didukung oleh pasar domestik yang besar. Veronica pun tetap optimistis karena permintaan wisata domestik di Indonesia masih kuat.

Baca Juga:
Menpar Sebut Kebersihan Laut Jadi Fondasi Perkuat Daya Saing Pariwisata Indonesia

InJourney, lanjut dia, sedang bersiap menyambut periode peak season libur Lebaran 2026. 

"Kami ingin semua orang menikmati lebaran ini dengan hati yang semangat pulang mudik, jalan-jalan, ngobrol ke keluarga, naik pesawat dan sebagainya itu yang kami tekankan untuk situasi saat ini," kata dia. 

Baca Juga:
MNC Tourism (KPIG) Kebut Lido City, Proyek Pariwisata Terpadu Siap Jadi Mesin Pertumbuhan

Veronica menyampaikan jumlah wisatawan domestik pada 2025 mencapai sekitar 101 juta perjalanan dengan pertumbuhan sekitar 14,4 persen. Selain itu, jumlah wisatawan mancanegara yang tercatat sekitar 1,14 juta.

Dia menyampaikan InJourney pun optimistis dengan tren okupansi destinasi dan hotel BUMN pada tahun ini. InJourney, lanjut Veronica, memproyeksikan pertumbuhan kunjungan sekitar 15 persen, khususnya di kawasan Borobudur, Ratu Boko, dan Prambanan. Sementara itu, hotel-hotel yang dikelola InJourney Hospitality diperkirakan mengalami pertumbuhan okupansi sekitar 10 persen.

"InJourney berharap dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi para wisatawan yang merayakan Idulfitri bersama keluarga, baik melalui perjalanan mudik maupun kegiatan liburan," kata Veronica.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Askrindo Gandeng BTN Dorong Kepastian Usaha Sektor Konstruksi dan Non-Konstruksi
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
7 Fakta Gunungan Sampah Bantargebang Longsor Tewaskan 4 Orang
• 12 jam lalurctiplus.com
thumb
Pramono sebut Longsor Sampah di Bantargebang karena Curah Hujan Tinggi
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Sebentar Lagi Lebaran, Warga Jabodetabek Harus Jaga Kesehatan di Sisa Puasa
• 3 jam lalukompas.id
thumb
Terungkap, Fakta Kondisi Sebenarnya Richard Lee di Tahanan
• 17 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.