Pastikan Kelayakan Bus Mudik, Terminal Kampung Rambutan Periksa 40 Bus Tiap Hari

kompas.com
23 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Terminal Kampung Rambutan memastikan kelayakan bus menjelang musim arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dengan menargetkan pemeriksaan ramp check setiap hari.

Kepala Terminal Kampung Rambutan, Revi Zulkarnain, mengatakan pihaknya menargetkan minimal 40 bus diperiksa setiap hari sebelum diberangkatkan.

"Kita targetkan bus yang diberangkatkan itu minimal 40 terperiksa. Setiap satu kali pemeriksaan bus membutuhkan waktu lebih kurang 20 menit," ujar Revi saat ditemui Kompas.com, Senin (9/3/2026).

Saat ini, pemeriksaan masih tahap pra-ramp check, sedangkan ramp check utama akan berlangsung mulai 13 Maret hingga 31 Maret 2026.

"Ramp check dimulai dari hari ini untuk pra angkutan Lebaran. Kemudian, mulai 13 sampai 31 Maret 2026 adalah ramp check masa angkutan Lebaran," jelas Revi.

Baca juga: Ada Penginapan Rp 15.000 di Terminal Pulo Gebang untuk Mudik Lebaran, Ini Fasilitasnya

Aspek Pemeriksaan Ramp Check

Revi menambahkan, ramp check mencakup berbagai aspek mulai dari administrasi hingga sistem utama kendaraan.

"Sistem utama tidak boleh ada toleransi karena menyangkut keselamatan. Selain itu, ada juga sistem penunjang yang diperiksa," kata Revi.

Sistem penunjang meliputi kelengkapan alat keselamatan di dalam bus, seperti dongkrak, segitiga pengaman, kotak obat, dan alat pemukul kaca untuk keadaan darurat.

Semua ini harus tersedia sebelum bus lolos pemeriksaan ramp check.

Baca juga: Puncak Arus Mudik di Terminal Kampung Rambutan Diprediksi H-4 Lebaran

Pemudik Mulai Padati Terminal

Sementara itu, Terminal Kampung Rambutan mulai dipadati pemudik menjelang Lebaran.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, banyak penumpang menunggu bus di ruang tunggu terminal, membawa koper besar hingga kardus untuk dibawa ke kampung halaman.

Mayoritas pemudik berasal dari wilayah jauh, termasuk tujuan ke Pulau Sumatera.

Ade (32), pemudik asal Payakumbuh, Sumatera Barat, mengaku memilih pulang lebih awal untuk menghindari kemacetan dan harga tiket yang belum naik.

"Iya, mau pulang lebih awal ke Payakumbuh karena ingin hindari macet dan tiket juga masih normal kalau jauh sebelum musim mudik," ujarnya.

Baca juga: Ini 3 Arah Utama Arus Mudik Lebaran 2026 dari Jakarta, Cek Jalurnya

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ia menambahkan bahwa pulang lebih awal juga sudah menjadi kebiasaan karena harus menyesuaikan aktivitas berdagang.

"Paling 10 hari puasa sudah, paling lama 15 hari, tiket juga masih normal Rp 875.000 untuk sleeper," jelas Ade.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Irene Red Velvet Umumkan Tanggal Comeback untuk BIGGEST FAN-TASY
• 15 jam lalubeautynesia.id
thumb
Harga Sawit Riau Naik Lagi, Pekan Ini Dijual Rp3.723,20 per Kg
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
Pentagon Umumkan Korban Tewas di Perang Iran, Menhan: Akan Banyak Warga AS Pulang dengan Peti Mati
• 8 jam lalusuara.com
thumb
Laba Bersih Bank Mandiri Melesat 16,7%, Tembus Rp8,9 Triliun di Februari 2026
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pemerintah Jamin Harga BBM Bersubsidi Tak Naik hingga Lebaran
• 4 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.