Pentagon Umumkan Korban Tewas di Perang Iran, Menhan: Akan Banyak Warga AS Pulang dengan Peti Mati

suara.com
3 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Pentagon mengonfirmasi Sersan Benjamin N. Pennington adalah personel AS ketujuh yang gugur akibat serangan Iran.
  • Pennington meninggal Minggu karena luka saat serangan Iran pada 1 Maret di Prince Sultan Air Base, Arab Saudi.
  • Enam personel militer AS sebelumnya tewas akibat serangan drone yang dilancarkan Iran di wilayah Kuwait.

Suara.com - Pentagon mengumumkan identitas anggota militer Amerika Serikat ketujuh yang tewas akibat gelombang serangan balasan Iran di Timur Tengah.

Sersan Benjamin N. Pennington, 26 tahun, meninggal pada Minggu akibat luka yang dideritanya saat serangan Iran pada 1 Maret di Prince Sultan Air Base, Arab Saudi.

“Dia memberikan pengorbanan tertinggi untuk negara yang dicintainya,” kata Letnan Jenderal Sean A. Gainey, perwira tertinggi Army Space and Missile Defense Command seperti dilansir dari ABC News.

“Itu membuatnya tidak kurang dari seorang pahlawan, dan dia akan selalu dikenang seperti itu. Kami menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga dan teman-temannya.”

Pennington bergabung dengan Angkatan Darat AS pada 2017 sebagai spesialis logistik dan ditempatkan di 1st Space Battalion, 1st Space Brigade, Fort Carson, Colorado.

Ia bekerja di instalasi radar strategis yang bertugas mendeteksi ancaman rudal masuk, komponen krusial dalam arsitektur pertahanan misil AS.

Pennington dijadwalkan akan dipromosikan secara anumerta menjadi Staff Sersan.

Sebelumnya, enam anggota militer AS lainnya tewas akibat serangan drone Iran di Kuwait.

Presiden Donald Trump menghadiri upacara pemindahan jenazah mereka di Dover Air Force Base, Delaware. Menteri Pertahanan Pete Hegseth memperingatkan kemungkinan adanya korban tambahan.

Baca Juga: Apa Itu Rudal Tomahawk? Senjata Jarak Jauh yang Tewaskan Ratusan Anak di iran

“Presiden benar ketika mengatakan akan ada korban. Hal-hal seperti ini tidak terjadi tanpa korban. Akan ada lebih banyak korban lagi.” ujar Hegseth kepada CBS News.

“Generasi kita tahu apa artinya melihat warga Amerika pulang dalam peti mati. Tapi itu tidak melemahkan kita sedikit pun. Justru memperkuat tekad kami untuk menyelesaikan perjuangan ini.” sambungnya.

Kontributor: Adam Ali


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tak Ada Kesadaran Berkendara, Zero ODOL Sulit Tercapai
• 6 jam laluharianfajar
thumb
Bareskrim Usut Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Eks Pelatih Timnas Panjat Tebing
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Trump Pertimbangkan Kerahkan Militer AS Ambil Alih Selat Hormuz
• 5 jam laluokezone.com
thumb
Pramono Ungkap Dampak Buruk Serangan AS-Israel ke Iran yang Bisa Timpa DKI Jakarta
• 19 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Polres OKU Berhentikan 3 Personel: 2 Langgar Kode Etik dan 1 Lainnya Desersi
• 8 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.