Matahari (LPPF) Jadwalkan RUPS Pertengahan April 2026, Bakal Bagi Dividen Jumbo?

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) resmi mengumumkan jadwal Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada pertengahan bulan depan. 

PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) mengumumkan jadwal Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada pertengahan bulan depan. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) resmi mengumumkan jadwal Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada pertengahan bulan depan. 

RUPS tersebut akan digelar pada Rabu (15/4/2026). Matahari akan melaksanakan dua RUPS pada hair, yakni RUPS Tahunan (RUPST) dan RUPS Luar Biasa (RUPSLB).

Baca Juga:
Penjualan Matahari (LPPF) Turun di Semester I-2025 Imbas Daya Beli Lesu

Dalam keterangan yang diterbitkan Senin (9/3/2026), perseroan baru akan mengumumkan pemanggilan rapat beserta seluruh mata acara rapat pada 24 Maret 2026. 

Para pemegang saham dipersilakan untuk mengusulkan mata acara rapat paling lambat 7 hari sebelum pemanggilan. Adapun pemegang saham yang berhak hadir dalam rapat harus masuk dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 17 Maret 2026.

Baca Juga:
Matahari (LPPF) Raih Laba Rp725 Miliar pada 2025, Siap Bagikan Dividen Jumbo

Sebagai informasi, Matahari melaporkan pendapatan sebesar Rp5,78 triliun sepanjang 2025. Capaian tersebut lebih rendah 10 persen dibandingkan pendapatan pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp6,39 triliun.

Sejalan dengan penurunan kinerja topline, laba bersih Matahari juga terkoreksi 12 persen menjadi Rp725 miliar. Kendati demikian, perseroan berkomitmen untuk membagikan dividen tunai kepada pemegang saham.

"Usulan dividen sebesar Rp250 per saham untuk distribusi 2026," kata manajemen Matahari, Sabtu (28/2/2026).

Pada penutupan perdagangan sore ini, harga saham LPPF turun 3,7 persen menjadi Rp1.820. Dengan asumsi harga saat ini, dividend yield-nya menembus 13,74 persen.

Hingga akhir 2025, posisi kas dan setara kas Matahari mencapai Rp448 miliar. Dengan posisi tanpa utang berbunga (debt free), perseroan masih memiliki fasilitas pinjaman yang belum digunakan sebesar Rp1,7 triliun.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo: Sekarang Saya Tidur Lega, Anak di Desa Tidak Bahaya Nyeberang Sungai
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Pulau Hainan Disiapkan Jadi “Hong Kong Baru”, China Gelontorkan Investasi Rp1.760 Triliun
• 23 jam lalueranasional.com
thumb
Niat Sholat Tahajud: Tata Cara, Doa dan Waktu Melaksanakannya
• 1 jam lalumediaindonesia.com
thumb
KPK Periksa Gubernur Riau Abdul Wahid terkait Dugaan Korupsi Anggaran 2025
• 13 jam lalujpnn.com
thumb
Prabowo Kembali Ajak Perang Lawan Korupsi, Singgung Pengusaha Nakal
• 4 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.