Bisnis.com, JAKARTA - Piala Dunia 2026 akan menjajal aturan anyar, mulai dari demi menangkal pemborosan waktu, sampai mitigasi beberapa kondisi, seperti di final Piala Afrika dan perseteruan Vinicius Jr. dengan Gianluca Prestianni.
Hal ini terungkap dalam rapat umum Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) beberapa waktu lalu. Beberapa amandemen peraturan permainan pun mulai disahkan untuk berlaku mulai 1 Juli 2026.
Sebagai contoh, ada perubahan peraturan yang menindaklanjuti sambutan positif tahun lalu, yakni mencegah penjaga gawang memegang bola terlalu lama.
Rapat IFAB mengonfirmasi ada perluasan prinsip hitung mundur, bukan hanya untuk mencegah pemborosan waktu saat tendangan gawang dari kiper, melainkan juga saat lemparan ke dalam (throw-in).
Jika wasit menganggap tendangan gawang atau lemparan ke dalam sengaja dilakukan terlalu lama untuk mengulur waktu, hitung mundur visual lima detik akan dimulai.
Lantas, jika bola tidak juga mengalir saat hitung mundur berakhir, akan ada konsekuensi buat tim terkait.
Baca Juga
- Piala Dunia 2026: Bakal Ada 2 Jeda Minum untuk Para Pemain
- Iran Ancam Boikot Piala Dunia 2026, Donald Trump Masa Bodoh
- Iran Terancam Absen di Piala Dunia 2026, Ini Opsi Pengganti dari Zona Asia
Mengulur waktu saat tendangan gawang akan mengakibatkan tendangan sudut untuk lawan. Sementara apabila seorang pemain mengulur waktu saat melakukan lemparan ke dalam, maka lemparan akan diberikan kepada tim lawan.
Berikutnya, soal pergantian pemain. Untuk memperlancar jalannya pertandingan, pemain yang diganti harus meninggalkan lapangan dalam waktu sepuluh detik setelah papan pergantian pemain ditampilkan atau setelah sinyal dari wasit.
Jika pemain yang diganti terlalu lama keluar, gagal meninggalkan lapangan dalam waktu tersebut, maka hukumannya pemain pengganti tidak akan diizinkan masuk hingga satu menit.
Bergeser ke asesmen cedera, jika seorang pemain tergeletak, lantas menerima penilaian di lapangan karena potensi cedera, atau kondisi tersebut menyebabkan permainan dihentikan, maka akan ada konsekuensi demi memitigasi pemborosan waktu.
Pemain tersebut diharuskan meninggalkan lapangan dan tetap berada di luar lapangan selama satu menit waktu berjalan setelah permainan dimulai kembali.
Terakhir, akan ada perluasan fungsi Asisten Wasit Video (VAR). Rapat IFAB pun menyetujui tiga penyesuaian.
Pertama, VAR kini diizinkan untuk membantu wasit terkait dengan kartu merah yang timbul dari kartu kuning kedua yang jelas-jelas salah.
Kedua, kesalahan identitas. Ketika wasit menghukum tim yang salah atas pelanggaran yang mengakibatkan kartu merah atau kuning, jika diberikan kepada pemain yang salah.
Ketiga, tendangan sudut yang jelas-jelas salah diberikan, dengan syarat peninjauan dapat diselesaikan segera dan tanpa menunda dimulainya kembali permainan.
Sementara itu, IFAB juga menyetujui bahwa akan ada konsultasi lanjutan untuk langkah-langkah memitigasi situasi luar biasa tertentu, seperti fenomena viral yang muncul dari segelintir kompetisi baru-baru ini.
Misalnya, saat final Piala Afrika, ada banyak pemain secara sepihak memutuskan untuk meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes terhadap keputusan wasit. Kondisi tersebut akan coba dihindari, apalagi saat ada pejabat tim yang justru memicu tindakan tersebut.
Ada juga efek perlakuan indikasi rasisme Gianluca Prestianni terhadap Vinicius Jr. pada laga Benfica kontra Real Madrid di Liga Champions UEFA, sehingga saat ini pemain dilarang menutupi mulut dengan baju mereka saat berhadapan dengan lawan selama pertandingan.





