Bisnis.com, SEMARANG - PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO), salah satu emiten layanan kesehatan, mengumumkan rencana ekspansi di Jawa Tengah melalui persiapan operasional Siloam Hospitals Semarang Srondol.
Langkah itu diambil guna menjawab tantangan tingginya risiko penyakit tidak menular pada lebih dari 50% penduduk usia produktif di Kota Semarang.
Berdasarkan data BPJS Kota Semarang tahun 2022, kelompok usia produktif di wilayah tersebut memiliki risiko signifikan terhadap hipertensi dan diabetes. Kedua kondisi medis ini merupakan faktor risiko utama pemicu stroke dan penyakit jantung, yang saat ini menjadi beban kesehatan utama di tingkat regional maupun nasional.
“Kehadiran Siloam Hospitals Semarang Srondol menjadi wujud nyata visi kami untuk memberikan layanan kesehatan berkualitas. Melalui fasilitas ini, kami ingin memastikan masyarakat Semarang dan wilayah sekitarnya dapat memperoleh pelayanan kesehatan terbaik, aman, dan nyaman, didukung tenaga medis berpengalaman serta teknologi medis terkini,” ujar CEO Siloam International Hospitals Caroline Riady, dikutip Senin (9/3/2026).
Ekspansi ini tidak hanya menyasar cakupan layanan dasar, tetapi juga difokuskan pada penguatan infrastruktur rujukan kritis. Data dari Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah menunjukkan adanya tren peningkatan kebutuhan yang berkelanjutan terhadap spesialis neurologi, kardiologi, dan ortopedi.
Chief Medical Officer Siloam International Hospitals, dr. Grace Frelita, menjelaskan bahwa pengembangan rumah sakit ini menggunakan pendekatan strategi klinis yang komprehensif. Selain layanan bedah umum dan penyakit dalam, fasilitas ini dirancang sebagai Pusat Unggulan (Center of Excellence) di bidang ortopedi, jantung, dan saraf.
Baca Juga
- Perubahan Kepemilikan Saham BSML, DEWI, FILM, SILO, SMMA, Hingga SUPA per 6 Februari 2026
- Perubahan Kepemilikan Saham BKSL, BSML, FILM, INET, SILO, Hingga SUPA per 5 Februari 2026
- Kartini Sjahrir Mundur dari Lippo Karawaci (LPKR) dan Siloam (SILO), Duo Emiten Grup Lippo
Untuk mendukung kapabilitas klinis tersebut, SILO melakukan investasi pada integrasi teknologi medis modern. Fasilitas di Srondol akan dilengkapi dengan peralatan mutakhir seperti C-Arm, Cathlab, MRI 1.5T, CT 128-slice, hingga mikroskop bedah saraf untuk mendukung tindakan minimal invasif yang presisi.
Rumah sakit yang berlokasi di Srondol Kulon, Banyumanik ini diproyeksikan memiliki kapasitas 150 tempat tidur dan 10 ruang perawatan intensif (ICU/HCU). Dengan infrastruktur tersebut, Siloam Hospitals Semarang Srondol diposisikan untuk menyandang status sebagai Stroke Ready Hospital dan Chest Pain Ready Hospital di wilayah Jawa Tengah.
Sejak tahun 2018, Siloam tercatat telah melayani lebih dari 20.000 kunjungan pasien dan melakukan lebih dari 1.000 tindakan operasi per tahun di wilayah Semarang. Kehadiran unit baru di Srondol diharapkan dapat mendiversifikasi aliran pendapatan perusahaan (revenue stream) sekaligus meningkatkan kualitas layanan rujukan di kawasan tersebut.
“Siloam Hospitals Semarang Srondol dikembangkan melalui pendekatan clinical strategy yang menekankan perancangan layanan komprehensif sejak awal operasional. Hal ini memungkinkan akses layanan kesehatan yang lebih dekat, cepat, dan terintegrasi bagi masyarakat Semarang dan Jawa Tengah,” jelas Grace dalam siaran pers.





